Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Deretan Karya Sapardi Djoko Damono: Yang Fana Adalah Waktu hingga Kuhentikan Hujan

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Minggu, 19 Juli 2020 |14:40 WIB
Deretan Karya Sapardi Djoko Damono: Yang Fana Adalah Waktu hingga Kuhentikan Hujan
foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA – Dunia sastra Indonesia kembali berduka. Penyair kenamaan Indonesia Sapardi Djoko Damono tutup usia pada Minggu (19/7/2020).

Sastrawan berusia 80 tahun itu meninggal dunia di Rumah Sakit Eka Hospital, BSD, Tangerang Selatan, pada pagi tadi sekiranya pukul 09.17 WIB, setelah menderita sakit selama beberapa bulan sebelumnya.

Pujangga yang biasa dipanggil SDD ini, dikenal dengan deretan puisi dan karya-karyanya seperti buku “Duka-Mu Abadi”. 

Sapardi Djoko Damono juga pernah meraih sederet penghargaan di dalam dan di luar negeri termasuk Cultural Award dari Australian Cultural Counsil dan Satyalencana Kebudayaan dari Presiden RI.

Selain itu, masih banyak karya yang dihasilkan oleh mantan Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia ( UI) ini. Untuk mengingatnya kembali Okezone mencoba menampilkan beberapa karya Sapardi Djoko Damono:

1. Yang Fana Adalah Waktu

Yang fana adalah waktu. Kita abadi

Memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga

sampai pada suatu hari

kita lupa untuk apa.

“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?”tanyamu.

Kita abadi.

2. Hujan Bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan Juni

Dirahasiakannya rintik rindunya

kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak

dari hujan bulan Juni

Dihapusnya jejak-jejak kakinya

yang ragu-ragu di jalan itu

 

Tak ada yang lebih arif

dari hujan bulan Juni

Dibiarkannya yang tak terucapkan

diserap akar pohon bunga itu

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement