Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) era Presiden Gus Dur ini menuturkan, rencana daripada penangkapan Djoko Tjandra hanya diketahui 3 orang petinggi. Ketiganya, yakni dia selaku Menkopolhukam, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta tentunya Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.
"Bahwa ada kesepakatan yang tau operasi ini hanya Presiden, Kapolri, dan Menkopolhukam, yang di atasnya Pak Sigit itu," ujarnya.
Dia amat yakin bahwa pihak-pihak terkait seperti Jaksa Agung. Kabareskrim, dan Kapolri akan berhasil juga mengusut tuntas siapa-siapa oknum yang turut terlibat atas permasalahan ini. Menurutnya, kredibilitas ketiganya tidak perlu diragukan lagi.
"Tetap berkoordinasi di dalam agar pejabat-pejabat yang terlibat itu ditindak. Saya percaya, merasa nyaman bekerjasama, percaya akan integritas Jaksa Agung dan Kapolri sekarang ini, beserta juga Kabareskrim. Setelah saya berdiskusi dari hati ke hati saya tau mereka ini bersungguh-sungguh dan tdk terbebani oleh masa lalu. Sehingga lebih leluasa melakukan tindakan dan itu pasti bisa," ucapnya.
"Saya akan terus mendorong ke arah sana sekuat-kuatnya sebagai Menkopolhukam," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.