Ledakan Beirut Mungkin Disebabkan Pekerjaan Pemeliharaan di Pelabuhan

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 05 Agustus 2020 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 18 2257496 ledakan-beirut-mungkin-disebabkan-pekerjaan-pemeliharaan-di-pelabuhan-0wRnzEbXqv.jpg Foto: EPA.

DOHA – Pertemuan Dewan Pertahanan Tertinggi Lebanon mengatakan bahwa ledakan besar di Pelabuhan Beirut pada Selasa malam (4/8/2020) kemungkinan disebabkan oleh pekerjaan pemeliharaan di lokasi tersebut. Media lokal LBCI melaporkan bahwa pintu hanggar pelabuhan, tempat bahan kimia amonium nitrat yang mudah meledak tidak tertutup dengan rapat.

"(Sekira) 2.750 ton, jumlah amonium yang meledak di pelabuhan Beirut, adalah bahan yang disita pada 2014 dari kapal kargo kering Rhosus, terdaftar di Moldova, ketika sedang menuju ke Afrika dan mengalami kerusakan selama navigasi," kata Dewan Pertahanan pada pertemuan darurat setelah ledakan, sebagaimana dikutip LBCI.

BACA JUGA: PM Lebanon Sebut Ledakan di Beirut Dipicu 2.750 Ton Ammonium Nitrat

Dalam pertemuan itu, perwakilan dari dinas keamanan Lebanon mengatakan bahwa ledakan terjadi ketika sebuah pintu dilas. Disebutkan bahwa beberapa waktu lalu ditemukan bahwa pintu hanggar tidak dikunci dengan benar, dan ada celah di dinding, yang memudahkan keluar masuk hanggar.

"Sebuah percikan api menyebabkan pembakaran bahan peledak di hanggar yang kemudian menyebabkan ledakan 2.750 ton amonium nitrat, yang setara dengan 1.800 ton TNT", kata pejabat Lebanon sebagaimana dilansir Sputnik, Rabu (5/8/2020).

BACA JUGA: Timbulkan Awan Jamur, Ledakan Beirut Sempat Dikira Bom Nuklir

Setelah insiden tragis itu, Gubernur Beirut mengatakan bahwa setengah dari bangunan di kota itu rusak, dan rumah sakit penuh sesak karena sejumlah besar orang terluka. Palang Merah Lebanon mengatakan lebih dari 100 orang tewas dan setidaknya 4.000 lainnya terluka.

Pemerintah Lebanon telah menyatakan berkabung tiga hari untuk para korban tragedi mulai Rabu.

Pada 2014, pemilik kapal kargo Rhosus meninggalkan kapalnya di Beirut, sementara itu barang-barang berisiko tinggi, khususnya, amonium nitrat, yang dilarang diturunkan atau dipindahkan ke kapal lain oleh otoritas pelabuhan Beirut, tetap ada di palka. Kargo yang disimpan di kapal kemudian diangkut ke tempat yang tepat, tetapi, akhirnya dipindahkan ke hanggar 12 di pelabuhan itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini