Sepakat Damai dengan UEA, Israel Tak Hentikan Rencana Aneksasi Tepi Barat

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 14 Agustus 2020 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 18 2262221 meski-normalisasi-hubungan-dengan-uea-israel-tak-hentikan-rencana-aneksasi-tepi-barat-sQvDr21Zwc.jpg Foto: Reuters.

TEL AVIV - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan rencana Israel untuk menganeksasi sebagian Tepi Barat yang diduduki tetap ada “di atas meja” meski Negara Zionis itu telah menyepakati perjanjian damai dan normalisasi hubungan dengan Uni Emirat Arab (UEA).

Netanyahu mengatakan bahwa rencana itu hanya ditunda sebagai bagian dari kesepakatan, dan tidak dihapuskan.

Sebagaimana diberitakan, pada Kamis (13/8/2020) Isrel dan UEA sepakat untuk menormalisasi hubungan diplomatik dalam kesepakatan penting yang ditengahi oleh Amerika Serikat. Dalam kesepakatan itu, Tel Aviv dilaporkan berjanji untuk menghentikan pencaplokan tanah Palestina.

BACA JUGA: UEA dan Israel Sepakati Perjanjian Damai, Normalisasi Hubungan

Sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh tiga negara mengatakan "Israel akan menangguhkan deklarasi kedaulatan" atas wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Namun, dalam pidatonya di televisi setelah kesepakatan itu diumumkan, Netanyahu mengatakan bahwa dia hanya setuju untuk “menunda” dan bahwa dia "tidak akan pernah menyerahkan hak Israel atas tanah kami".

"Tidak ada perubahan pada rencana saya untuk memperpanjang kedaulatan, kedaulatan kami di Yudea dan Samaria, dalam koordinasi penuh dengan Amerika Serikat," kata Netanyahu di Yerusalem, menggunakan nama Alkitab untuk wilayah Tepi Barat yang diduduki sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Sementara itu, sebuah tweet oleh pemimpin UEA menunjukkan bahwa negara Teluk itu memandang rencana aneksasi Israel sebagai sesuatu yang telah dihentikan.

"Sebuah kesepakatan dicapai untuk menghentikan aneksasi Israel lebih lanjut atas wilayah Palestina," tulis Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Twitter.

BACA JUGA: Palestina Kecam Kesepakatan Damai UEA-Israel Sebagai Pengkhianatan

Menteri Luar Negeri UEA Anwar Gargash mengatakan dalam jumpa pers bahwa "sebagian besar negara akan melihat ini sebagai langkah berani untuk mengamankan solusi dua negara, memberikan waktu untuk negosiasi".

Israel mengklaim wilayah Tepi Barat yang diduduki sebagai bagian dari tanah air bersejarah orang-orang Yahudi.

Kesepakatan normalisasi hubungan UEA dan Israel itu telah memicu kekesalan dari pemimpin Palestina yang menyebutnya sebagai “pengkhianatan” bagi perjuangan rakyat Palestina dan menarik duta besarnya dari Abu Dhabi. Sementara itu Hamas menyebut langkah UEA itu sebagai "hadiah untuk pendudukan dan kejahatan Israel" dan mengatakan itu "tidak melayani rakyat Palestina".

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini