Viral! ABK Indonesia Minta Pertolongan karena Disiksa di Kapal Long Line China

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 26 Agustus 2020 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 18 2267894 viral-abk-indonesia-minta-pertolongan-karena-disiksa-di-kapal-long-line-china-eRwgc2hR84.jpg Foto: Instagram/Indonesia.militer.

PERLAKUAN tidak manusiawi kembali diterima anak buah kapal (ABK) Indonesia di kapal long line China, diduga kali ini dialami oleh para kru di atas kapal Liao Yuan Yu 103. Dalam sebuah video yang viral di media sosial, tiga kru kapal meminta pertolongan agar segera diselamatkan dari kapal tersebut karena merasa diperbudak dan diperlakukan tak manusiawi oleh pimpinan mereka.

Video yang diunggah di akun Instagram Indonesia.militer itu memperlihatkan tiga pria, ABK Indonesia yang memohon bantuan agar segera dipulangkan dari kapal yang mereka awaki.

“Segera kami dipulangkan dari kapal ini. Kami disiksa, kami dipukul, ditendang, bahkan mau ditusuk pakai ganco, pak,” kata seorang awak kapal dalam video itu.

BACA JUGA: Lagi, Viral Video ABK Indonesia Dibuang Kapal China

“Dada kami dipukul, perut kami ditendangi pak. Jam tidur hanya 4-5 jam pak, jam kerja 20 jam lebih, kurang tidur makan ngga tenang pak. Ngga kerja, ngga dikasih makan pak,” kata awak kapal lainnya.

Lihat postingan ini di Instagram

Beredar Video Pekerja Indonesia Meminta Pertolongan Karena Disiksa Di Kapal Long Line China ------------------ Diduga Perbudakan Crew Indonesia di Kapal "Long Line" China. Operasi Samudra Pasific Nama Kapal: LIAO YUAN YU 103 Call Sign: BZZB5 Perusahaan: Tiongkon Port Registrasi: Tiongkok Agent: PT. RCA (Raja Crew Atlantik) Crew Indonesia yang Mengalami Perbudakan. 1. Sukarto, Asal Tegal 2. Irgi Putra J, Asal Cianjur 3. Putra A Napitupulu, Asal Medan 4. Galih Ginanjar, Tasik Malaya PERLAKUAN: 1. Tidak Digaji 2. Penyiksaan Fisik (Pukul, Tendang, Cekik dll) hampir tiap Hari 3. Jam Kerja tidak Manusiawi (20Jam/Hari) 4. Makan yang tidak Memadai (kadang tidak diberi makan) . Mohon pihak berwajib segera cek dan diselesaikan, jangan sampe anak bangsa ada yg kehilangan nyawa. Kasihan keluarga di rumah pasti sngat merindukan anggota keluarga mereka yang pergi mencari nafkah. . . . @infogeh @tnilovers18

Sebuah kiriman dibagikan oleh MILITER INDONESIA (@indonesia.militer) pada

Mereka mengatakan bahwa mereka juga belum menerima gaji dan belum merapat ke darat selama 10 bulan berada di kapal. Mereka mengaku khawatir tidak akan dapat bertahan jika harus menunggu hingga kontraknya habis, yaitu pada November 2021.

BACA JUGA: Alih-Alih Sejahtera, ABK WNI Diperbudak Kapal China

“Kalau menunggu sampai bersandar kami ngga tahan, kami bisa mati di sini,” pinta mereka.

Menurut keterangan di akun Instagram Indonesia.militer, video itu direkam oleh ABK Indonesia yang bekerja di kapal long line Liao Yuan Yu 103 yang beroperasi di Samudera Pasifik. Kapal dengan call sign BZZB5 itu terdaftar di pelabuhan China dan dimiliki perusahaan China.

Disebutkan ada empat ABK Indonesia yang mengalami perlakuan tidak manusiawi di atas kapal itu, yaitu: Sukarto, ABK asal Tegal, Jawa Tengah; Irgi Putra J asal Cianjur, Jawa Barat; Putra A Napitupulu asal Medan, Sumatera Utara; dan Galih Ginanjar asal Tasikmalaya, Jawa Barat.

Video lain yang diunggah di akun yang sama juga menyampaikan permintaan tolong oleh kru lain, juga mengungkapkan kekhawatiran akan nyawa mereka selama bekerja di kapal tersebut.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu RI, Judha Nugraha mengatakan bahwa pihaknya telah menghubungi PT RCA, yang menurut keterangan dalam video itu, merupakan penyalur para ABK. Namun sejauh ini belum ada tanggapan.

“Kemlu RI juga berkoordinasi dengan Kemenhub dan Kemenaker yang mengeluarkan perijinan penempatan ABK ke luar negeri. Didapat informasi bahwa PT RCA tidak terdaftar baik di Kemenaker maupun Kemenhub,” kata Judha dalam keterangan kepada wartawan.

Kedutaan Besar RI di Beijing juga telah meminta konfirmasi otoritas Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan pihak pemilik kapal. Berdasarkan data Organisasi Maritim Internasional (IMO), Liao Yuan Yu 103 dimiliki oleh Liaoning Kimliner Ocean di Dalian, Liaoning China.

Selain itu Kemlu RI juga terus mencoba menghubungi pihak yang pertama kali mengunggah informasi video tersebut ke media sosial guna mendapatkan informasi lebih detil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini