Diduga Tembak Tiga Warga Makassar, 6 Polisi Diperiksa Propam Polda Sulsel

Herman Amiruddin, Okezone · Senin 31 Agustus 2020 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 609 2270092 diduga-tembak-tiga-warga-makassar-6-polisi-diperiksa-propam-polda-sulsel-2SIsteIACl.jpg Salah satu korban penembakan di Makassar. Foto: Yoel Yusvin

MAKASSAR – Petugas Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Selatan melakukan pemeriksaan terhadap 6 polisi yang diduga melakukan penembakan terhadap tiga warga yang terdiri dari Anjas (23), Iqbal (22), dan Amar (18).

Namun Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Kadarislam belum bisa dirinci siapa saja yang diperiksa. Dikatakan 6 orang polisi itu merupakan anggota Polsek Ujung Tanah dan Polres Pelabuhan.

"Tadi pagi baru enam orang yang diperiksa (Propam Polda Sulsel). Kemungkinan akan bertambah karena lebih dari enam itu anggota di tempat kejadian perkara," kata Kadarislam kepada wartawan di Makassar.

Menurut dia, pendalaman dilakukan untuk menyingkap ada tidaknya unsur-unsur kesengajaan dan kelalaian standar operasional prosedur penggunaan senjata api. Kadarislam menjamin akan mengungkap kasus ini secara transparan ke publik.

Baca Juga: Pemuda Diduga Korban Salah Tembak Polisi di Makassar Meninggal Dunia

"Korban sementara kita berikan penanganan terbaik. Saya jamin kami transparan, kalau ada anggota yang salah, pasti kita akan tindak, tidak ada kami tutup-tutupi," tegasnya.

Sementara itu ketiga korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya dan harus menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara, Jalan Mappaodang, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Salah satu korban meninggal dunia di RS Bhayangkara. Meski telah mendapatkan penanganan medis, korban Anjas akhirnya mengembuskan napas terakhir di RS Bhayangkara, Makassar.

Sejumlah kerabat dan keluarga yang memadati halaman rumah sakit masih menunggu jenazah untuk dibawa pulang.

"Iye meninggal (Anjas) sementara mau dikoordinasikan sama pihak rumah sakit untuk dibawa pulang keluarga. Kami persiapkan anggota juga jika ada ekskalasi massa, karena keluarganya keberatan kan," kata Kadarislam.

Sebelumnya dikabarkan tiga pemuda asal Jalan Barukang, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar diduga jadi korban salah tembak oleh oknum anggota Polres Pelabuhan dan Polsek Ujung Tanah di sekitar rumah mereka, pada Minggu (30/8/2020) sekitar pukul 01.00 Wita.

Anjas mengalami luka tembak di bagian kepala, sementara Iqbal dan Amar mengalami luka tembak di bagian betis. Sekitar pukul 16.00 Wita, Anjas mengembuskan napas terakhirnya setelah berjam-jam dalam kondisi kritis di ruang IGD.

Kadarislam mengemukakan, peristiwa nahas itu terjadi ketika petugas dari Polsek Ujung Tanah tengah melakukan penyelidikan terkait kasus pengeroyokan. Namun di lokasi, petugas menemukan sekelompok orang sedang berpesta minuman keras.

"Anggota ini tanya alamat terduga pelaku (pengeroyokan), tiba-tiba ada yang memukul dari belakang, terus diteriaki pencuri karena anggota lapangan pakai pakaian preman. Padahal sudah dikasih liat kartu identitas," ujar Kadarislam.

Situasi makin tak terkendali, beberapa warga sekitar yang mendengar ribut-ribut keluar dari kediaman masing-masing. Anggota Polsek Ujung Tanah dikejar oleh warga. Karena terdesak, petugas akhirnya melepaskan tembakan peringatan.

Baca Juga: Pemuda Diduga Korban Salah Tembak Polisi di Makassar Meninggal Dunia

Kadarislam dan beberapa petugas patroli yang tiba di lokasi membantu menghalau massa. Sayang, Tim Respon Polres Pelabuhan juga mendapat perlawanan warga dengan melakukan pelemparan.

"Kami mau tahu sejauh mana keterlibatannya. Dugaan sementara pasti salah tembaklah. Tapi recoset senjata ini, apakah ditembakkan ke atas atau bagaimana. Itu yang masih kami dalami," kata mantan Kapolres Bone itu.

Sementara Jawad ayah kandung Anjas menuturkan, sebelum peristiwa kelam itu, anaknya meminta izin untuk menginap di rumah temannya karena ingin ke tempat pelelangan ikan.

Jawad tidak mengetahui pasti bagaimana kronologi anak lelakinya terkena tembakan hingga kritis dan akhirnya meninggal dunia di RS Bhayangkara.

"Tapi saya dengar ji tembakan banyak sekali. Pas teriak Binmas jangan menembak, baru berhenti menembak. Itu saja Binmas bergetar karena hampir juga dia kena tembak. Pas berhenti dikejar sama warga," tutur pria 52 tahun ini di RS Bhayangkara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini