Banjir dan Longsor Landak, Warga Diimbau Tetap Waspada

Ade Putra, Okezone · Minggu 06 September 2020 21:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 06 340 2273537 banjir-dan-longsor-landak-warga-diimbau-tetap-waspada-Yr6EXfATMg.jpg Banjir di Kabupaten Landak (Foto : Okezone.com/Ade)

LANDAK - Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir dan tanah longsor yang masih akan terjadi di Kabupaten Landak.

"Menyikapi prakiraan cuaca dari BMKG, situasi Landak masih akan mengalami hujan. Maka saya mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap bencana banjir dan tanah longsor," kata Karolin di Ngabang, Minggu (6/9/2020).

Dirinya meminta agar masyarakat bisa bersama-sama bergorong royong membersihkan lingkungan dan saluran air di sekitar lingkungan.

Bupati Karolin mengatakan, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh BPBD Kabupaten Landak kondisi sampai hari ini bahwa banjir terjadi hampir di semua wilayah Kabupaten Landak.

"Yang terparah di Meranti, petugas sudah bergerak dengan membawa perahu fiber dan logistik untuk evakuasi warga yang membutuhkan," katanya.

Kemudian, lanjut Ketua Umum Pemuda Katolik Indonesia ini menjelaskan, longsor juga terjadi di Emprija. Alat berat diperkirakan sudah datang untuk membersihkan sisa-sisa reruntuhan tanah.

Baca Juga : Karyawan Positif Corona, Kominfo Kembali Perpanjang WFH

Baca Juga : Pilkada Serentak Berpotensi Jadi Klaster Baru Penularan Covid-19

"Kami akan terus memantau kondisi terkini di lapangan dan meminta kepada petugas untuk melakukan pendataan terhadap jumlah masyarakat yang terdampak banjir. Yang jelas kita akan melakukan yang terbaik untuk masyarakat," tuturnya.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak, sedikitnya ada 10 desa di enam kecamatan di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat terdampak banjir sejak pukul 15.00, pada Sabtu kemarin. Menurut laporan BPBD Landak kepada Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir terjadi akibat luapan beberapa sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Landak.

Adapun masing-masing desa tersebut meliputi Desa Ampadi, Desa Meranti dan Desa Tahu di Kecamatan Meranti. Selanjutnya Desa Nyanyum di Kecamatan Kuala Behe, Desa Semunti, Desa Tengue dan Desa Sekendal di Kecamatan Air Besar.

Kemudian Desa Menjalin di Kecamatan Menjalin, Desa Untang di Kecamatan Banyuke Hulu dan Desa Songga di Kecamatan Menyuke.

Menurut laporan kronologi dari BPBD Kabupaten Landak, pada pukul 13.00-14.57 WIB, debit air naik 25 sentimeter di Dusun Leban, Desa Nyanyum, Kecamatan Kuala Behe dan Desa Semuntik di Kecamatan Air Besar. Kemudian pukul 15.47 WIB hujan deras mengguyur Desa Nyanyum di Kecamatan Kuala Behe hingga sejumlah wilayah di Kecamatan Ngabang.

Akibatnya banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 80-110 sentimeter merendam beberapa rumah dan menyebabkan akses jalan terputus. Selain itu ada tiga unit rumah rusak berat akibat terdampak longsor. Hingga saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan, kaji cepat dan memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini