133 Rumah Terendam & 1 Jembatan Rusak Akibat Banjir di Tompe Sulteng

Arief Setyadi , Okezone · Selasa 15 September 2020 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 340 2278049 133-rumah-terendam-1-jembatan-rusak-akibat-banjir-di-tompe-sulteng-v1wjPrmIGp.jpg Sungai Tompe, Sulawesi Tengah meluap mengakibatkan banjir (Foto: BNPB)

JAKARTA – Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati, mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi memicu debit Sungai Tompe meningkat pada Minggu 13 September 2020 pukul 15.00 waktu setempat. Luapan debit air ini mengakibatkan banjir di desa yang juga bernama Tompe.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala melaporkan 249 KK di Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, terdampak, Sulawesi Tengah, terdampak. BPBD juga mencatat 133 rumah terendam, 1 jembatan rusak dan 1 rumah warga mengalami rusak ringan.

"Menyikapi situasi tersebut, tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kabupaten Donggala melakukan kaji cepat dan evakuasi warga terdampak. Mereka juga melakukan normalisasi sungai dengan pengerukan dasar sungai. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir susulan," ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (15/9/2020).

Baca Juga:  1.705 Kepala Keluarga Mengungsi Akibat Bencana Banjir Bandang Bolsel

Informasi terkini, banjir telah surut. BPBD setempat melaporkan cuaca mendung pada pagi tadi sekitar 09.53 WIB. Sementara itu, prakiraan cuaca pada esok hari, Rabu 16 September di wilayah Sulawesi Tengah, BMKG menginformasikan wilayah yang berpotensi hujan dengan disertai kilat atau petir dan angin kencang.

"Sedangkan analisis InaRISK, Kabupaten Donggala merupakan wilayah dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi untuk bahaya banjir. Sebanyak 15 kecamatan dengan populasi 89.513 jiwa yang berada di wilayah risiko tersebut," tuturnya.

Baca Juga: Menko PMK Minta Pemda Percepat Penanganan Banjir Luwu Utara

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini