Netanyahu: Palestina Akan Lanjutkan Pembicaraan Damai jika Trump Terpilih Kembali

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 21 September 2020 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 18 2281236 netanyahu-palestina-akan-lanjutkan-pembicaraan-damai-jika-trump-terpilih-kembali-VC6FgLEGCQ.jpg Presiden AS Donald Trump bersama pejabat UEA, Israel, dan Bahrain dalam penandatanganan kesepakatan normalisasi hubungan di Gedung Putih, 15 Septermber 2020. (Foto: Twitter)

TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyatakan bahwa Palestina akan melanjutkan negosiasi dengan Israel jika Donald Trump kembali terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).

Berbicara dalam pertemuan tertutup, Netanyahu mengatakan kesepakatan normalisasi hubungan antara Israel dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain membuat Palestina tidak memiliki pilihan selain kembali ke meja perundingan, demikian dilaporkan Israel Hayom.

BACA JUGA: UEA dan Bahrain Tandatangani Normalisasi Hubungan dengan Israel di Gedung Putih 

Netanyahu mencatat bahwa jika Trump terpilih kembali, dia akan memulai pembicaraan dengan Palestina berdasarkan kesepakatan abad ini, yang diumumkan Presiden AS itu pada Januari.

Pada Selasa (15/9/2020), saat perayaan penandatanganan kesepakatan di Gedung Putih, Netanyahu tidak menyebut-nyebut mengenai Palestina.

Sementara itu, Trump mengatakan bahwa dia memotong USD750 juta pembayaran tahunan dari AS kepada Palestina karena Palestina memperlakukan AS dengan "tidak hormat".

“Kami memberi mereka USD750 juta setahun, mengapa tidak ada yang memotong pembayaran itu? Kami rasa itu tidak pantas. Baiklah... Dan saya memotong pembayaran kepada mereka," katanya sebagaimana dilansir Middle East Monitor. Dia juga meminta negara-negara Teluk untuk berhenti membayar Palestina.

 BACA JUGA: Palestina Kecam Kesepakatan Damai UEA-Israel Sebagai Pengkhianatan

“Tetapi negara lain memberi mereka uang. Anda berurusan dengan negara yang sangat kaya. Dan negara-negara ini sekarang semua menandatangani kontrak dengan kami. Semuanya ditandatangani dengan kami - semuanya.”

Saat ditanya apakah negara berikutnya yang menandatangani normalisasi dengan Israel adalah Arab Saudi dan Oman, Trump menjawab: "Ya, kami sangat jauh dengan sekitar lima negara, lima negara tambahan. Terus terang, saya pikir mereka bisa berada di sini hari ini.”

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini