Rumah Sepi Disenter, Warga Heboh Ada Mayat Membungkuk di Dekat Tangga

Herman Amiruddin, Okezone · Senin 21 September 2020 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 609 2281032 rumah-sepi-disenter-warga-heboh-ada-mayat-membungkuk-di-dekat-tangga-ioNP9gLwdE.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

MAKASSAR - Rahmat Parikesit (46) yang berprofesi sebagai sales ditemukan tewas di dalam rumah di perumahan mewah di Jalan Hertasning Baru, Kelurahan Mapala, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Penemuan mayat Rahmat mengehebohkan warga sekitar pada Minggu 20 September 2020. Koordinator Tim Forensik Dokpol Biddokes Polda Sulsel Bripka Sultan mengatakan mayat itu diperkirakan sudah lima hari di tempat kejadian perkara (TKP).

Tim Dokpol belum bisa memastikan penyebab pasti kematian salesman tersebut. Perlu ada pemeriksaan medis lanjutan untuk mengungkap hal itu. Apalagi penemuan mayat dengan posisi membungkuk itu telah membusuk di rumah berlantai dua kompleks tersebut.

"Diperkirakan sudah lima hari. Makanya kami tidak bisa pastikan karena jenazah sudah mengalami pembusukan lanjutan," kata Sultan.

Selanjutya jenazah Rahmat langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Kita mau bawa ke ruang instalasi Forensik Biddokkes Polda Sulsel. Sembari menunggu persetujuan keluarga melalui penyidik Polsek," jelas Sultan.

Baca Juga: 6 Mayat WNI Ditemukan Terdampar di Pantai Malaysia

Dari hasil olah TKP, lanjut Sultan, di dalam rumah semuanya dalam keadaan terkunci, baik pintu dan beberapa jendela. Barang-barang juga tidak ada yang bergeser. "Kalau barang bukti sudah kita serahkan ke tim penyidik yakni handphone dan ada obat, tadi sejenis obat alergi," ungkapnya.

Sementara pemilik rumah bernama Muhammad Afif (32) mengatakan korban adalah pamannya. Ia bercerita sekitar pukul 17.00 Wita, ia mendatangi rumahnya bermaksud memberikan bahan makanan untuk korban. Namun setibanya di sana, ia memanggil Rahmat tetapi tak ada respons. Suasana rumah juga nampak sepi.

Rumahnya ditinggali oleh pamannya, sementara ia dan keluarganya menetap di Kabupaten Maros.

"Kalau saya tanya istriku di rumah di Makassar banyak lalatnya. Kata istri itu pertanda ada apa-apa, bisa saja ada bangkai," kata dia

Afif lantas bertanya ke tetangga, rupanya almarhum sudah beberapa hari tak keluar di dalam rumah. Lama menunggu ia kembali ke kediamannya di Kabupaten Maros.

Afif melanjutkan, kecurigaan itu dikabarkan ke beberapa pihak saudara kandung almarhum, salah satunya ke Irhandi (43) melalui sambungan telefon.

Baca Juga: Polisi Periksa Kejiwaan Pelaku Mutilasi di Apartemen Kalibata City

"Karena biasanya dia kerumahnya saudaranya. katanya tidak ada. Nah saudaranya datang cek di sini. Dia senter ke dalam rumah, di situ baru ketahuan, membungkuk seperti sujud di dekat tangga," ungkapnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini