Demam Setelah Positif Covid-19, Trump Diterbangkan ke Rumah Sakit

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 03 Oktober 2020 09:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 03 18 2287762 trump-diterbangkan-ke-rumah-sakit-karena-demam-setelah-positif-covid-19-ylKcBugDL7.jpg Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Instagram)

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diterbangkan ke rumah sakit karena mengalami demam setelah dinyatakan positif virus corona. Gedung Putih mengatakan, langkah tersebut diambil sebagai pencegahan.

Diwartakan BBC, Trump menerima suntikan obat eksperimental di Gedung Putih setelah dia dan Ibu Negara Melania Trump dinyatakan positif Covid-19 pada Kamis (1/10/2020) malam. Dia dan Melania diuji Covid-19 setelah salah seorang staf dekatnya, Hope Hicks dikonfirmasi terpapar virus tersebut.

BACA JUGA: Trump dan Istrinya Dinyatakan Positif Covid-19

Pada Jumat (2/10/2020) sore, Trump, dengan mengenakan masker dan jas, berjalan melintasi halaman Gedung Putih ke helikopter kepresidenan Marine One untuk penerbangan singkat ke Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di pinggiran Washington DC.

Dia melambai dan mengacungkan jempol kepada wartawan tetapi tidak mengatakan apa-apa sebelum naik ke helikopter.

“Saya pikir kondisi saya sangat baik. Tapi kami akan memastikan semuanya berjalan lancar. Ibu negara melakukannya dengan sangat baik. Jadi terima kasih banyak," kata Trump dalam sebuah video yang diunggah di Twitter sebelum terbang ke rumah sakit.

Trump dirawat ke kamar kepresidenan di Walter Reed, di mana presiden AS biasanya melakukan pemeriksaan tahunan.

Sekretaris pers Gedung Putih Kayleigh McEnany mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “Presiden Trump tetap bersemangat, memiliki gejala ringan, dan telah bekerja sepanjang hari.

BACA JUGA: Selain Trump, Berikut 5 Pemimpin Dunia yang Terinfeksi Covid-19

"Karena sangat berhati-hati, dan atas rekomendasi dokter dan pakar medisnya, presiden akan bekerja dari kantor kepresidenan di Walter Reed selama beberapa hari ke depan,” tambahnya.

"Presiden Trump menghargai curahan dukungan untuk dia dan ibu negara."

Trump juga dikonfirmasi tidak menyerahkan kekuasaan kepada Wakil Presiden Mike Pence menyusul gejalanya itu. Namun, dia undur diri dari pertemuan video para warga lanjut usia yang rentan, yang dijadwalkan pada Jumat, dan meminta Pence untuk memimpin pertemuan tersebut.

Di bawah konstitusi AS, jika Trump menjadi terlalu sakit untuk menjalankan tugasnya, dia dapat menyerahkan kekuasaannya kepada wakil presiden untuk sementara.

Itu berarti Pence, yang dites negatif untuk Covid-19 pada Jumat, akan menjadi penjabat sementara (Plt) presiden sampai Trump bugar lagi dan dapat melanjutkan pekerjaan.

Situasi ini menjadi pukulan bagi Trump yang tengah bersaing dengan calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden menuju pemilihan pada 3 November. Menurut jajak pendapat terakhir, Trump masih tertinggal dari saingannya itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini