JAKARTA - Baku tembak kembali terjadi antara pasukan TNI dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Papua. Akibatnya, salah seorang anggota KKB yang merupakan anak buah Egianus Kogoya tewas, Sabtu 3 Oktober 2020.
Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi IGN Suriastawa menuturkan, anggota TNI melakukan penyergapan terhadap KKB yang sedang berada dalam tempat persembunyian di sebuah Hanoi di Distrik Dal wilayah Nduga.
"Kejadian tersebut berawal saat pasukan TNI sedang melaksanakan patroli rutin di Distrik Dal, yang dicurigai menjadi jalur lintasan gerombolan KKSB. Saat itu waktu menjunjukan pukul 12:00 WIT, pasukan TNI yang berada di ketinggian melihat kepulan asap dari rerimbunan hutan di Distrik Dal," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (4/10/2020).
Baca juga: Bentuk Tim Investigasi, TNI Buru Pembunuh Pendeta Yeremia di Intan Jaya
Lebih lanjut Suriastawa menuturkan, karena melihat kepulan asap di balik rimbunan hutan tersebut, pasukan TNI langsung bergegas medekati lokasi. Selanjutnya, pasukan TNI berusaha melakukan pengintaian dan mendekati sasaran secara senyap.
"Saat berusaha mendekati asal asap dibalik rerimbunan pohon tersebut pasukan TNI melihat sebuah Hanoi. Terdengar percakapan dari beberapa orang yang berada di dalam Hanoi, dan diperkirakan terdapat empat hingga lima orang sedang bercakap-cakap dibalik Hanoi yang berada di tengah hutan," ujarnya.
Baca juga: Gugur dalam Baku Tembak dengan KKB, Pratu Dwi Akbar Dibawa ke Timika
Dia menjelaskan, pasukan TNI tetap bergerak dengan penuh kehati-hatian untuk mendekat ke Hanoi tersebut. Tujuannya unuk memastikan siapa saja yang berada di dalam Hanoi.
Butuh waktu empat jam bagi pasukan TNI melakukan pengintaian, dan mendekati sasaran pasukan TNI. Setelahnya, pasukan berhasil mengepung lokasi Hanoi.
"Terlihat dua orang keluar dari dalam Hanoi dan dari kejauhan nampak jelas satu orang sedang menenteng satu pucuk senjata laras panjang. Keduanya terlihat sedang asik berbincang diluar Hanoi," ujarnya.