Modus Tawarkan Kalung Emas, 2 Pelaku Hipnotis Emak-Emak di Angkot Diringkus

Era Neizma Wedya, iNews · Senin 05 Oktober 2020 23:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 610 2288932 modus-tawarkan-kalung-emas-2-pelaku-hipnotis-emak-emak-di-angkot-diringkus-PDehbPs819.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

PALEMBANG - Berakhir sudah aksi dua pelaku hipnotis dengan modus menawarkan emas imitasi, Budi Ledi (40) dan Maryadi (35), warga Lais, Musi Banyuasin (Muba), setelah berhasil ditangkap di Jalan MP Mangkunegara, Kalidoni oleh Tim Opsnal Pidana Umum (Pidum) dan Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 134 Satreskrim Polrestabes Palembang.

"Selain kedua pelaku, kami juga turut menyita barang bukti berupa uang tunai Rp12 juta dan 3 untai kalung emas seberat 10 gram yang diduga palsu," kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji melalui Kasat Reskrim, AKBP Nuryono didampingi Kanit Pidum dan Tekab 134, AKP Robert Sihombing, Senin (5/10/2020).

Dilanjutkan Nuryono, pelaku ditangkap berdasarkan laporan dari korban bernama Agni Angraini (38) yang merasa dihipnotis kedua pelaku saat naik angkot dari Ilir Timur II ke Pasar 16 Ilir, beberapa hari lalu. Ceritanya, korban bertemu kedua pelaku di dalam angkot dan pelaku menanyakan di mana toko emas dengan alasan ingin menjual kalung emas yang dibawanya.

“Lalu salah seorang pelaku menyuruh korban membeli kalung emas tersebut dan korban langsung menyanggupinya," terang Nuryono.

Namun, karena korban tidak membawa uang tunai, kedua pelaku menyuruh korban mengambil uang ke ATM. Setelah uang ditarik dari ATM, pelaku mengajak korban naik angkot lagi dan menyerahkan uang tersebut.

“Setelah uang diberikan, ternyata kalung tersebut palsu dan ketika korban merasa seolah terbangun, para pelaku sudah menghilang. Korban mengaku mengalami kerugian sebesar Rp12 juta," jelas Nuryono.

Berdasarkan laporan korban, kami melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua pelaku. Saat ini, kami masih mendalami modus sebenarnya yang dilakukan pelaku ini, kemudian mengenai dugaan sindikat, jaringan dan sebagainya, masih kami dalami.

Sementara, kedua pelaku mengakui perbuatannya menjual kalung emas imitasi kepada korban. Namun, pelaku membantah telah menipu korban di dalam angkot tersebut. “Kami tidak menjual emas, ibu itu yang nawar emas ke kami," kata salah seorang pelaku.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini