Dituding Praktikkan Ilmu Hitam, 2 Perempuan Dibunuh, Dipenggal, dan Dibakar

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 06 Oktober 2020 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 18 2289219 dituding-praktikkan-ilmu-hitam-2-perempuan-dibunuh-dipenggal-dan-dibakar-04nDas3iZ9.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

GUWAHATI - Sembilan orang, termasuk tiga wanita, ditangkap oleh polisi Assam karena menghukum dua orang termasuk seorang wanita karena dicurigai melakukan "sihir".

Menurut keterangan polisi, para korban, termasuk seorang wanita, dibacok hingga tewas, dipenggal, dan dibakar oleh massa karena dicurigai melakukan ilmu sihir di Distrik Karbi, Anglong, Assam Tengah, India.

Kedua korban dicurigai melakukan sihir setelah kematian seorang gadis remaja di Desa Rohimapur. Seorang gadis lain dari desa yang sama juga menuduh kedua korban melakukan ilmu hitam kepadanya, menyebabkannya sakit.

BACA JUGA: Dituduh Praktik Sihir, 4 Anggota Keluarga Tewas Dikeroyok Warga

"Karena dicurigai melakukan sihir, gerombolan orang menghukum Ramawati Halua, 50 dan Bijoy Gour, 45, setelah kematian seorang gadis remaja di Desa Rohimapur di bawah area kantor polisi Dokmoka awal pekan ini," kata Inspektur Polisi Debojit Deuri sebagaimana dilansir Gulf News.

Menurut polisi, setelah gadis kedua sakit, penduduk desa yang gelisah membunuh keduanya dan membawa tubuh mereka ke bukit terdekat sebelum dipenggal di dekat situs pemakaman dan membakar mereka.

Polisi melanjutkan pencarian mereka untuk menangkap tersangka yang tersisa yang terlibat dalam pembunuhan itu yang terjadi antara Rabu (30/9/2020) dan Kamis (1/10/2020).

Tuduhan ilmu sihir merenggut rata-rata selusin nyawa setiap tahunnya di daerah Assam, yang didominiasi oleh Adivasi, atau suku teh. Pembunuhan tidak berhenti meskipun ada kampanye kesadaran massa oleh pemerintah negara bagian dan berbagai LSM.

BACA JUGA: Tanzania dan Kisah tentang Tanah 75 Ribu 'Penyihir'

Pada 2017, Pengadilan Tinggi Gauhati mengamati bahwa mencap seseorang sebagai penyihir dan kemudian melakukan perburuan penyihir adalah tindakan yang tidak manusiawi dan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang terburuk.

Sejak 2018, Undang-undang pelarangan Perburuan Penyihir Assam telah berlaku. Menurut undang-undang tersebut, perburuan penyihir adalah pelanggaran yang tidak dapat diterima, tidak dapat diberikan pembebasan dengan jaminan, dan memberikan hukuman penjara hingga penjara seumur hidup bagi pelakunya.

Pemerintah Assam memberi tahu majelis legislatif negara bagian tahun lalu bahwa dalam 18 tahun, sebanyak 161 orang telah dibunuh di negara bagian itu dalam kasus perburuan penyihir.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini