Trump Ingin Tarik Semua Pasukan AS dari Afghanistan Sebelum Natal

Agregasi VOA, · Kamis 08 Oktober 2020 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 18 2290622 trump-ingin-tarik-semua-pasukan-as-dari-afghanistan-sebelum-natal-l8mzoe109b.jpg Foto: US Army.

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada Kamis (8/10/2020) menyatakan keinginannya untuk menarik semua pasukan AS dari Afghanistan sebelum Natal. Tenggar waktu Trump itu jauh lebih cepat dari yang diajukan pemerintahannya sebelumnya.

“Kita harus membuat sejumlah kecil lelaki dan perempuan pemberani kita yang masih bertugas di Afghanistan kembali ke rumah sebelum Natal!” cuit Trump pada Kamis.

BACA JUGA: Trump Rencanakan Penarikan 5.000 Pasukan AS dari Afghanistan

Konflik di Afghanistan adalah peperangan terpanjang yang diikuti Negeri Paman Sam, dan telah berlangsung sejak 2001 saat pasukan AS menginvasi negara itu sebagai pembalasan atas serangan teroris 11 September.

Invasi itu menggulingkan Taliban, penguasa garis keras Afghanistan ketika itu, yang melindungi jaringan teror Al-Qaeda dan pemimpinnya, Osama bin Laden, dalang serangan 11 September. Namun, Taliban telah melancarkan pemberontakan berdarah dan tanpa henti terhadap pemerintah sipil dukungan Amerika sejak kelompok itu digulingkan.

Diwartakan VOA, AS dan Taliban mencapai kesepakatan pada Februari lalu untuk AS agar memindahkan semua pasukannya dari Afghanistan sebelum pertengahan 2021, sebagai imbalan atas jaminan Taliban untuk tidak membiarkan kelompok-kelompok teroris menggunakan wilayah Afghanistan untuk melancarkan serangan internasional.

BACA JUGA: AS Memulai Penarikan Pasukan dari Afghanistan

Taliban sedang terlibat dalam perundingan intra-Afghanistan guna mencapai kesepakatan mengenai gencatan senjata permanen dan pengaturan pembagian kekuasaan pascaperang di Afghanistan.

Hanya beberapa jam sebelum presiden Trump mencuitkan pernyataan itu, Penasihat Keamanan Nasional Robert O’Brien mengatakan AS berniat untuk mengurangi jumlah tentaranya di Afghanistan dari 5.000 menjadi 2.500 pada awal 2021.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini