2 Helikopter Militer Afghanistan Tabrakan, Tewaskan 9 Tentara

Agregasi VOA, · Kamis 15 Oktober 2020 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 18 2294203 2-helikopter-militer-afghanistan-tabrakan-tewaskan-9-tentara-BfoMsQHrq0.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

KABUL - Dua helikopter militer Afghanistan bertabrakan sewaktu mengangkut para tentara yang terluka di Provinsi Helmand. Insiden ini menewaskan sembilan tentara Afghanistan.

Menurut keterangan Kementerian Pertahanan Afghanistan dan sejumlah pejabat setempat, Rabu (14/10/2020), dua helikopter Mi-17 era-Soviet itu bertabrakan pada Selasa (13/10/2020) malam. Kecelakaan itu disebabkan masalah teknis sewaktu lepas landas.

Sembilan orang yang tewas adalah awak kedua helikopter itu dan para tentara yang mereka angkut, demikian diwartakan VOA.

BACA JUGA: Afghanistan Gantikan Helikopter dengan Keledai

Juru Bicara Gubernur Provinsi Helmand, Omer Zwak mengatakan, selama sepekan terakhir, kelompok militan Taliban melangsungkan serangkaian serangan terkoordinasi di sejumlah kawasan di provinsi Helmand. Serangan-serangan itu semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Tiga pejabat setempat di Provinsi Helmand mengatakan kepada Associated Press, kedua helikopter itu dikerahkan untuk mengangkut tentara Afghanistan yang ditugaskan untuk menghalau serangan Taliban di Distrik Nawa, dan mengevakuasi para tentara yang terluka dalam penerbangan pulang.

Para pejabat Afghanistan itu berbicara dengan syarat nama mereka dirahasiakan karena tidak memiliki otorisasi untuk berbicara kepada pers mengenai aktivitas militer.

BACA JUGA: Helikopter NATO Jatuh, Tewaskan Seorang Tentara AS di Afghanistan

Senin (12/10/2020) lalu, pasukan Amerika Serikat (AS) mengatakan mereka telah melangsungkan beberapa serangan udara di provinsi Helmand untuk mendukung pasukan keamanan Afghanistan yang diserang Taliban.

Kolonel Sonny Leggett, juru bicara militer AS di Afghanistan, mengatakan pada Senin bahwa serangan-serangan Taliban yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir tidak konsisten dengan kesepakatan AS-Taliban yang ditandatangani Februari lalu, dan merusak perundingan damai antar sesama warga Afghanistan yang sedang berlangsung. Ia sendiri menegaskan, serangan udara AS tidak melanggar kesepakatan Februari itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini