Siapa pun Pemenang Pilpres, Iran Harap AS Patuhi Perjanjian Nuklir

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Sabtu 07 November 2020 18:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 07 18 2305902 siapa-pun-pemenang-pilpres-iran-harap-as-patuhi-perjanjian-nuklir-4yNQrWTGwU.JPG Joe Biden berdebat dengan Donald Trump (Foto: Reuters/Morry Gash)

TEHERAN – Harapan besar diungkapkan Presiden Iran Hassan Rouhani kepada Pemerintah Amerika Serikat (AS) berikutnya. Ia memperingatkan Washington, beragam sanksi yang dijatuhkan tidak akan membuat Teheran tunduk kepada kebijakan AS.

Peringatan tersebut dikeluarkan seiring dengan kabar semakin dekatnya Joe Biden menuju Gedung Putih. Ia akan mengalahkan sekaligus menggantikan Presiden petahana Donald Trump yang sejak 2018 menarik AS secara sepihak dari Perjanjian Nuklir dengan Iran dan menjatuhkan sanksi berat.

“Kami berharap pengalaman selama tiga tahun terakhir menjadi sebuah pelajaran penting bagi Pemerintah AS berikutnya, untuk mematuhi aturan serta regulasi dan kembali ke komitmen mereka,” ucap Hassan Rouhani, dinukil dari The Times of Israel, Sabtu (7/11/2020).

“Masyarakat Iran sudah menghadapi yang namanya terorisme ekonomi selama tiga tahun ke belakang dan menunjukkan perlawanan serta kesabaran yang luar biasa,” imbuhnya.

Baca juga: Ini Fokus Utama Joe Biden jika Menangi Pilpres AS

Menurut Hassan Rouhani, kesabaran dan perlawanan Iran akan terus berlanjut hingga pihak lain tunduk pada aturan dan regulasi. Negeri Para Mullah juga berharap pihak yang menjatuhkan sanksi akan sadar sudah mengambil langkah yang salah karena tidak akan mencapai tujuan yang dimaksud.

Terkait siapa pemenang Pilpres AS, Iran mengklaim akan fokus pada kebijakan yang dikeluarkan negara tersebut, bukan siapa presiden berikutnya. Selain itu, Iran hanya mau menerima kembalinya AS ke perjanjian dengan syarat adanya kompensasi dari penarikan diri sebelumnya serta jaminan tidak akan terulang di masa depan.

Melihat perkembangan terakhir, Joe Biden diyakini semakin dekat dengan kemenangan. Pasalnya, calon dari Partai Demokrat sudah itu mengantongi 264 suara elektoral. Hanya dibutuhkan enam suara lagi untuk memuluskan jalan menuju Gedung Putih.

Joe Biden sendiri merupakan Wakil Presiden AS pada periode 2008-2016. Sementara itu, perjanjian bernama resmi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015 itu ditandatangani oleh Presiden AS Barack Obama. 

JCPOA disahkan di Wina, Austria, pada 14 Juli 2015. Perjanjian itu ditandatangani oleh Iran bersama lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni China, Jerman, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat, plus Uni Eropa.

Dalam kesepakatan itu, Iran diharuskan menghentikan program nuklirnya serta menurunkan cadangan uranium dengan imbalan pencabutan sanksi internasional serta embargo senjata dalam jangka waktu lima tahun.

Akan tetapi, pada 2018, Donald Trump justru mengumumkan AS menarik diri secara sepihak dari kesepakatan itu. Akibatnya, Iran secara bertahap meninggalkan kewajibannya dan justru semakin mengembangkan persenjataan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini