Qantas: Pelancong Internasional Wajib Vaksin

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 24 November 2020 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 18 2315437 qantas-pelancong-internasional-wajib-vaksin-4QqIc1MfNl.jpg Foto: Google

AUSTRALIA - Maskapai penerbangan Australia, Qantas mewajibkan vaksinasi bagi para pelancong internasional untuk ke depannya.

Bos maskapai penerbangan Alan Joyce, mengatakan langkah itu akan menjadi keharusan ketika vaksin tersedia.

“Saya pikir itu akan menjadi hal yang biasa saat berbicara dengan kolega saya di maskapai penerbangan lain di seluruh dunia,” katanya.

Melalui wawancara dengan Nine Network Australia pada Senin (23/11), Joyce mengatakan Qantas sedang mencari cara untuk mengubah syarat dan ketentuannya untuk pelancong internasional karena industri tersebut “terpukul keras” akibat pembatasan perjalanan.

“Kami akan meminta orang-orang untuk melakukan vaksinasi sebelum mereka dapat naik pesawat untuk pengunjung internasional yang keluar dan orang-orang yang meninggalkan negara kami pikir itu suatu kebutuhan,” terangnya.

(Baca juga:Heboh di Media Sosial, Pengantin India Pakai Setelan Jas)

Pada Agustus lalu, Qantas melaporkan kerugian tahunan hampir USD1,46 miliar (Rp21 triliun) karena dampak pandemi virus corona.

Joyce mengatakan kondisi ini menjadi kondisi yang terburuk dalam sejarah 100 tahun maskapai itu. Pandemi juga telah meluluhlantakkan banyak maskapai penerbangan lainnya.

Sebelumnya, pada Agustus lalu, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan kemungkinan setiap vaksin yang berhasil akan menjadi wajib semaksimal mungkin.

“Selalu ada pengecualian untuk vaksin apa pun dengan alasan medis, tetapi itu harus menjadi satu-satunya dasar,” terangnya kepada stasiun radio 3AW.

Pada Senin (23/11), negara bagian New South Wales (NSW) di Australia membuka kembali perbatasannya dengan tetangganya Victoria untuk pertama kalinya sejak infeksi melonjak di ibu kota negara bagian Victoria, Melbourne, pada Juli lalu.

Penerbangan antara kota dan ibu kota NSW, Sydney, telah dibatalkan. Padahal biasanya ini menjadi salah satu rute tersibuk di dunia.

Diketahui, Australia menutup perbatasan internasionalnya pada awal pandemi dan mengharuskan mereka yang kembali menjalankan karantina.

Negara ini juga mengandalkan pembatasan skala kecil hingga luas dan pelacakan kontak secara agresif untuk mendorong infeksi harian secara nasional mendekati nol.

Australia telah mencatat sekitar 900 kematian akibat virus corona dan hampir 28.000 infeksi secara total.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini