Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan Tunjangan DPRD Sikka Ricuh

Joni Nura, iNews · Jum'at 27 November 2020 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 340 2317532 demo-mahasiswa-tolak-kenaikan-tunjangan-dprd-sikka-ricuh-pFnu19U2Uw.png Demo mahasiswa tolak kenaikan tunjangan DPRD Sikka ricuh. (Foto: Joni Nura)

SIKKA - Puluhan aktifis dan mahasiswa di Kabupaten Sikka yang tergabung dalam Forun Kota (Forkot) melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan tunjangan DPRD Sikka. Para aktivis ini datang ke gedung DPRD Sikka di jalan Eltari melakukan aksi damai dengan membawa poster bertuliskan tolak kenaikan tunjangan DPRD Sikka.

 (Baca juga: Dirawat di RS Ummi Bogor, Habib Rizieq dalam Kondisi Baik)

Para mahasiswa ini memaksa masuk ke ruang sidang DPRD, namun aparat polisi yang bergabung di gedung DPRD Sikka menghalagi mereka sehingah sempat terjadi kericuhan antara polisi dan mahasiswa di depan pintu masuk ruang sidang.

Aksi tolak-menolak antara mahasiswa dan polisi pun tak terhindar. Mahasiswa kecewa karena anggota DPRD tidak keluar untuk menemui mereka. Aparat pun meminta agar para mahasiswa kembali turun ke halaman gedung untuk menunggu para anggota dewan. Polisi mencegat para pendemo karena tidak memiliki surat izin saat melakukan aksi.

(Baca juga: 2 Artis Terlibat Prostitusi Online Ternyata Pemeran Utama Film Layar Lebar)

Yohanes Wara Ona, seorang mahasiswa mengatakan, menyesalkan sikap politik DPRD Sikka yang meminta kenaikan tunjangan di tengah masa pandemi Covid-19. “Masih banyak masalah sosial yang harus perhatikan,” pungkasnya.

Ketua DPRD Sikka, Donatus David mengatakan, semua anggota DPRD Sikka setuju kenaikan tunjangan karena sudah diatur dalam Undang-udang. “Yang mengusulkan tunjangan DPRD ini adalah Pemda Sikka. Tunjangan yang akan di terima berkisar 11 juta hingah 12 juta rupiah untuk anggota DPRD Sikka,” tuturnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini