AS Tawarkan Miliaran Dolar untuk Normalisasi Hubungan dengan Israel, Ini Kata Kemlu RI

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 23 Desember 2020 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 23 18 2332917 as-tawarkan-miliaran-dolar-untuk-normalisasi-hubungan-dengan-israel-ini-kata-kemlu-ri-vZMbdAivKb.jpeg Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI Teuku Faizasyah. (Foto: Dok. Kemlu RI)

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI) menolak menanggapi laporan mengenai rencana Amerika Serikat (AS) mengucurkan dana miliaran dolar jika Indonesia membangun hubungan diplomatik dengan Israel. Juru bicara Kemlu RI menegaskan bahwa sikap Indonesia terkait isu normalisasi hubungan dengan Israel telah jelas.

“Saya ada membaca artikel dengan sinyalemen tersebut. Namun bukankah Ibu Menlu sudah sampaikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat niatan Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel?,” kata Teuku Faizasyah saat dimintai keterangan, Rabu (23/12/2020).

BACA JUGA: Pejabat AS: Indonesia Akan Terima Miliaran Dolar Jika Normalisasi Hubungan dengan Israel

Dia menambahkan bahwa sikap Indonesia mengenai isu ini telah jelas dan ditegaskan, sehingga Kemlu RI tidak perlu menanggapi artikel tersebut.

“Oleh karenanya tidak relevan menanggapi artikel/sinyalemen tersebut,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa AS berencana mengucurkan miliaran dolar, atau setara triliunan rupiah dalam pembiayaan tambahan jika Indonesia membangun hubungan diplomatik dengan Israel. Hal itu diungkapkan Kepala Eksekutif Korporasi Keuangan Pembangunan (DFC) AS Adam Boehler dalam sebuah wawancara di Israel.

BACA JUGA: Kemlu Tegaskan Tak Ada Pembahasan Normalisasi Hubungan RI-Israel

Ini merupakan bagian dari inisiatif AS agar lebih banyak negara Arab dan Muslim untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Sejauh ini dorongan itu telah berhasil meyakinkan beberapa negara Arab dan Afrika Utara, yaitu Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan, dan Maroko.

Pihak Indonesia sendiri telah berulangkali menegaskan komitmennya pada kemerdekaan Palestina dan menyatakan tidak memiliki niat untuk menjalin hubungan dengan Israel, sebelum kemerdekaan bagi Palestina tercapai.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini