9 Poin Penting tentang Black Box atau Kotak Hitam

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 13 Januari 2021 09:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 18 2343523 9-poin-penting-tentang-black-box-atau-kotak-hitam-QDCQ3p3R03.jpg Foto: Independent

JAKARTA – Black Box atau kotak hitam memegang peranan vital di setiap insiden yang melibatkan pesawat terbang.

Penemuan kotak hitam ini akan mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi sebelum pesawat itu mengalami insiden.

Beberapa kotak hitam yang ditemukan yakni kotak hitam pesawat Boeing 737 Max 8. Kotak hitam ini ditemukan, empat hari setelah Lion Air JT610 itu jatuh di Teluk Karawang dalam perjalanan dari Jakarta ke Pangkal Pinang. Kotak hitam ini ditemukan di balik lumpur.

Ini tergolong cepat, dibandingkan upaya pencarian kotak hitam pesawat EgyptAir nomor penerbangan 804 yang jatuh di Laut Tengah pada Mei 2015. Saat itu butuh sekitar satu bulan untuk mencari kotak hitam yang ditemukan di dasar laut dengan kedalaman 3.000 meter.

Lalu kotak hitam pesawat Air France Air 447 rute Paris-Rio de Janeiro yang jatuh di Samudra Atlantik 1 Juni 2009, baru ditemukan hampir dua tahun kemudian. Yakni pada Mei 2011.

Sementara itu, kotak hitam pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang belum ditemukan hingga saat ini.

(Baca juga: Facebook Tak Akan Buka Akun Trump)


Berikut beberapa poin penting tentang kotak hitam:

1. Dua kotak hitam

Di dalam setiap pesawat ada dua kotak hitam. Yakni perekam data penerbangan atau Flight Data Recorder (FDR) dan perekam percakapan pilot atau Cockpit Voice Recorder (CVR).

FDR ini mencatat informasi 88 parameter penerbangan. Mulai dari kompas, arah, ketinggian, kecepatan pesawat di udara, dan segala hal yang bersifat teknis.

Alat ini akan merekam apa yang terjadi selama penerbangan dalam kurun 25 jam terakhir.

Adapun CVR akan merekam seluruh pembicaraan yang terjadi di dalam kokpit. Seperti percakapan pilot dan kopilot, suara mesin, suara alarm, bahkan suara kursi akibat awak kabin bergerak.

Perusahaan pembuat kotak hitam asal Amerika Serikat, Honeywell, mengatakan rekaman yang tercatat hanya berdurasi dua jam dari posisi terakhir pesawat.

“Perekam data penerbangan akan memberi tahu kita bagaimana kecelakaan terjadi,” terang Wakil Presiden Flight Safety Foundation, organisasi nirlaba di Amerika Serikat (AS) yang menyediakan panduan keselamatan udara.

Dia menjelaskan perekam suara di kokpit akan memberi informasi mengapa terjadi kecelakaan.

Misalnya dalam kasus Germanwings nomor penerbangan 9525 yang jatuh di kawasan Alpen Prancis pada Maret 2015.

Perekam penerbangan mengungkapkan jika kru yang mengendalikan pesawat secara sengaja menurunkan ketinggian pesawat dan menambah kecepatan sebelum menabrak pegunungan.

Rekaman suara di kokpit juga menunjukkan pilot menggedor pintu kokpit dan berteriak, “Buka pintunya!”. Lalu terdengar para penumpang menjerit.

Dari berbagai data ini, tim penyelidik menyimpulkan kopilot Andreas Lubitz mengunci pintu kokpit dan sengaja menabrakkan pesawat.

FDR dan CVR dipasang di bagian pesawat yang biasanya paling tahan menghadapi kecelakaan, yaitu bagian ekor.

2. Tidak berwarna hitam

Meski disebut kotak hitam, namun alat ini sama sekali tidak berwarna hitam. Warnanya yakni oranye. Ukurannya kira-kira sama dengan kotak sepatu dan memiliki berat sekitar 4,5 kilogram.

Perekam data penerbangan mendapatkan informasi melalui alat perantara yang biasa disebut unit pengumpul atau flight data acquisition unit. Unit ini menerima semua data dari sensor yang ditempatkan di badan pesawat.

Informasinya kemudian disimpan di keping-keping memori yang memiliki kapasitas simpan sangat besar, hingga beberapa terabita. Perekam suara kokpit memiliki sistem kerja yang sama.

Lalu mengapa alat ini disebut kotam hitam meski berwarna oranye? Mungkin karena warnanya menjadi kusam akibat terbakar ketika ditemukan.

3. Harganya

Harganya yakni sekitar USD50.000 (Rp704 juta) per unit. FDR biasanya diletakkan di bagian ekor pesawat. Pertimbangannya yakni jika kecelakaan, bagian ekor cenderung mengalami dampak yang relatif lebih kecil dibandingkan bagian lain. Sehingga kotak hitam diharapkan tak mengalami kerusakan parah.

4. Alat ini cenderung susah hancur

Kotak hitam dirancang sedemikian rupa sehingga bisa menyimpan dan menyelamatkan data penting.

Kotak pembungkusnya terbuat dari aluminium, lalu ada lapisan insulasi yang berfungsi melindungi peranti dari suhu tinggi. Di bagian terluar ada pembungkus dari bahan titanium atau baja.

Sebelum dipasang di jet komersial, kotak hitam berulang kali diuji untuk memastikan benda itu tidak mudah rusak atau hancur. Jarang sekali kotak hitam pesawat hancur atau tak bisa ditemukan.

5. Tidak mengambang

Kotak hitam terbuat dari aluminium, berbobot 10 kilogram, dan memiliki panjang 49,7 sentimeter. Kotak hitam ini tidak bisa mengambang di air dan akan langsung tenggelam ke dasar lautan.

6. Bisa ungkap penyebab kcelakaan

Marshall mengatakan sebelum era kotak hitam, penyebab kecelakaan hanya sebatas teori. “Kita hanya bisa menduga-duga saja, sebab-sebab kecelakaan tak bisa dipastikan,” ujarnya.

“Di era sekarang, data dan informasi penerbangan sangat vital karena memungkinkan tim penyelidik mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan pesawat yang mengalami kecelakaan,” ungkapnya.

Pada masa-masa awal, perekam data penerbangan hanya bisa melacak lima parameter saja. Yakni arah kompas, ketinggian, kecepatan pesawat ketika berada di udara, waktu, dan akselerasi vertikal. Dengan data yang ada di kotak hitam, penyelidikan bisa berjalan jauh lebih cepat.

Pada 1960-an pemerintah Amerika mewajibkan rekaman suara di kokpit. Kala itu, rekaman pembicaraan kokpit memakai pita kaset.

7. Umur baterai singkat

Direktur media perusahaan pembuat kotak hitam asal AS, Honeywell, Steve Brecken, mengatakan baterai kotak hitam sebagian besar berusia 30 hari.

Karena itu, tim SAR harus segera menemukan alat itu sebelum baterainya mati atai tidak aktif.

FDR dan CVR memiliki Emergency Local Transmitter (ELT) atau pemancar sinyal darurat. Kalau terendam di dalam laut, fungsi ELT digantikan dengan Underwater Locator Beacon atau pinger yang memancarkan sinyal ping.

8. Setelah ditemukan akan dianalisa

Biasanya, setelah ditemukan, kotak hitam ini akan dianalisis oleh tim penyelidik, dalam hal ini KNKT, dan tim dari pembuat kotak hitam.

Proses analisa bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan mungkin setahun.

Analisa harus dilakukan seksama dan direkam menggunakan kamera video mengingat data dari kotak hitam itu sangat banyak. Seperti kondisi mesin pesawat, apa yang dikerjakan pilot, pertukaran informasi dari menara kontrol di darat ke pesawat, dan sebagainya.

9. Alat alternatif

Meski dianggap sudah lumayan canggih dan bisa membantu mengungkapkan apa yang terjadi sebelum pesawat mengalami insiden naas, namun beberapa kalangan mengusulkan alat alternatif lainnya.

Seperti perekam yang otomatis akan terlempar dari badan pesawat ketika pesawat mengalami kecelakaan. Ada juga ide tentang pengiriman data penerbangan ke darat dan juga usul pemasangan video di kokpit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini