Perempuan Subang Tewas Bersimbah Darah di Homestay Bali, Teman Korban Sempat Dengar Teriakan

Mohamad Chusna, Sindonews · Sabtu 16 Januari 2021 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 16 244 2345556 perempuan-subang-tewas-bersimbah-darah-di-homestay-bali-teman-korban-sempat-dengar-teriakan-GCsShJVQfJ.jpg Korban Dwi Farica Lestari semasa hidup. (Foto: Ist.)

DENPASAR - Kasus kematian perempuan asal Subang, Jawa Barat, Dwi Farica Lestari (23), masih dalam penyelidikan petugas Polsek Denpasar Selatan. Korban ditemukan tewas dalam kondisi telanjang dan bersimbah darah di homestay Jalan Tukad Batanghari Denpasar, Provinsi Bali, Sabtu (16/1/2021).

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Hadimastika Karsito Putro mengatakan, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi. Dari keterangan para saksi, polisi mendapatkan kronologi tewasnya korban.

BACA JUGA: PPKM Jawa-Bali, Taman Margasatwa Ragunan Tutup

"Ada sejumlah saksi penting yang diperiksa," kata Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Hadimastika Karsito Putro.

Salah satu saksi yang diperiksa, Dianty (22), teman korban sekaligus tetangga kamar di lantai dua. Dianty menjelaskan kepada polisi, satu jam sebelum akhirnya ditemukan tewas, korban masih bersama dirinya.

Sekitar pukul 01.20 Wita, Lestari masih sempat menumpang makan malam di kamar Dianty. Usai makan, Lestari lalu pergi ke kamarnya.

Pukul 01.40 Wita, Dianty mendengar keributan dan teriakan dari arah kamar Lestari. Karena perasaannya tidak enak, Dianty mencoba bertanya dengan mengirim pesan WhatsApp ke Lestari.

Namun, Lestari tak membalas pesan itu. Perempuan asal Indramayu itu lalu mencoba menelepon korban, tapi tidak ada jawaban.

Takut terjadi sesuatu, Dianty lalu menelepon sekaligus menceritakan kepada penjaga homestay, Apris Misak (23), mengenai kecurigaannya terhadap kondisi korban.

BACA JUGA: Pencarian 12 Nelayan Terlempar ke Laut, Tim SAR Jelajahi Perairan Jepara

Keduanya lalu mengetuk pintu kamar dan memanggil Lestari, tapi tidak ada jawaban. Pintu kamar lalu dicoba dibuka, tapi terkunci dari dalam.

Karena curiga, Apris lalu memeriksa lewat balkon belakang. Dia mendapati pintu balkon terbuka dan melihat banyak ceceran darah di lantai balkon.

Kejadian itu lalu dilaporkan kepada pemilik homestay, Eka Gunawan. Setibanya di lokasi, Eka menghubungi kepolisian. Polisi kemudian menemukan korban sudah tewas dalam kondisi telanjang dan bersimbah darah.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini