Bersiap Hadapi Serangan China, Taiwan Gelar Latihan Perang dengan Tank dan Mortir

Selasa 19 Januari 2021 12:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 18 2346942 bersiap-hadapi-serangan-china-taiwan-gelar-latihan-perang-dengan-tank-dan-mortir-9iHL13dFoZ.jpg Tentara Taiwan mengikuti latihan perang di Hsinchu, 19 Januari 2021. (Foto: Reuters)

HSINCHU - Pasukan Taiwan menggelar pada Selasa (19/1/2021) latihan perang, melibatkan tank, mortir, dan senjata kecil, yang bertujuan menangkal serangan dari China. Latihan perang ini digelar di tengah ancaman China untuk merebut kembali pulau yang dianggap sebagai wilayahnya sendiri itu.

"Tidak peduli apa yang terjadi di sekitar Selat Taiwan, tekad kami untuk menjaga tanah air kami tidak akan pernah berubah," kata Direktur Departemen Peperangan Politik Mayjen Chen Chong-ji, tentang latihan di Pangkalan Tentara Hukou di selatan ibu kota Taipei tersebut.

BACA JUGA: Libatkan Drone dan Roket, China Simulasikan Invasi Taiwan dalam Latihan Militer

Chen mengatakan latihan itu dimaksudkan sebagai pertunjukan tekad Taiwan untuk menjaga perdamaian antara kedua belah pihak melalui unjuk kekuatan, demikian diwartakan Associated Press.

Latihan itu juga dimaksudkan untuk meyakinkan publik bahwa militer menjaga kewaspadaannya menjelang festival Tahun Baru Imlek bulan depan, ketika banyak pasukan sedang cuti.

Pangkalan Hukou terletak di daerah Hsinchu, pusat industri teknologi tinggi Taiwan yang telah berkembang meskipun ada ancaman invasi terus-menerus oleh China, yang menganggap pulau berpemerintahan demokratis itu sebagai bagian dari wilayahnya sendiri yang perlu ditaklukkan, dengan kekerasan jika diperlukan.

BACA JUGA: Taiwan "Kandangkan" Armada Jet Tempur Buatan AS Setelah 2 Kecelakaan

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah berusaha untuk meningkatkan pertahanan pulau itu dengan pembelian miliaran dolar senjata dari sekutu utama Amerika Serikat (AS), termasuk jet tempur F-16, drone bersenjata, sistem rudal, dan misil Harpoon, yang mampu menghantam kapal dan target di darat.

Dia juga telah meningkatkan dukungan untuk industri senjata asli Taiwan, termasuk meluncurkan program untuk membuat kapal selam baru yang dapat melawan kemampuan angkatan laut China yang terus berkembang.

Ancaman China yang meningkat datang ketika bujukan ekonomi dan politik tidak membuahkan hasil, mendorong Negeri Tirai Bambu menggelar latihan perang dan mengirim pesawat pengintai serta jet tempur setiap hari ke Taiwan, pulau berpenduduk 24 juta jiwa, yang terletak 160 kilometer sebelah tenggara China.

Dengan kekuatan militer terbesar di dunia, yang berjumlah sekitar 2 juta personel, China memiliki angkatan laut terbesar, dengan sekira 350 kapal, termasuk dua kapal induk dan sekitar 56 kapal selam. Negara itu juga memiliki sekira 2.000 pesawat tempur dan pembom serta 1.250 rudal balistik yang diluncurkan dari darat, yang dianggap sebagai senjata strategis dan psikologis utama melawan Taiwan.

(Bernadus Melkianus Danomira)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini