Sesar Lembang Berpotensi Timbulkan Gempa Magnitudo 7, tapi Sekarang Masih "Tidur"

Arif Budianto, Koran SI · Jum'at 22 Januari 2021 22:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 525 2349333 sesar-lembang-berpotensi-timbulkan-gempa-magnitudo-7-tapi-sekarang-masih-tidur-90VSiZeQ0p.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

BANDUNG - Gempa bumi yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini membuat warga Bandung Raya was-was. Sebab, Bandung bersinggungan dengan salah satu Sesar Lembang.

Soal itu, ahli geologi memperkirakan bila sesar ini aktif bersamaan dari Bandung Barat hingga Jatinangor, bisa menimbulkan gempa bumi dengan magnitudo 6 hingga 7. Kendati begitu, hingga saat ini belum ada satupun penelitian yang bisa memperkirakan, kapan Sesar Lembang bergerak dan menimbulkan gempa bumi.

Sejumlah ahli hanya bisa memprediksi berdasarkan ritme pergerakan sesar, periode tertentu. Bahkan, prediksi itu bisa saja meleset, lantaran tidak ada ukuran pasti.

Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Sesar Lembang lebih banyak "tidur", tak terpantau aktivitas berarti. Sesar ini tercatat bergerak pada periode pada 2010 hingga 2012 lalu.

Setelah itu, hingga kini sesar sepanjang 29 kilometer yang membentang dari Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), hingga Jatinangor, Sumedang ini, "tertidur pulas". Tidak ada alat seismograf yang mencatat terjadinya pergerakan tanah atau gempa akibat aktivitas Sesar Lembang.

"Pada rentang tahun 2010 hingga 2012, Sesar Lembang aktif dengan 14 gempa bumi. Setelah itu "tidur"," kata Kepala Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu kepada MNC News Portal, Jumat (22/1/2021).

Informasi yang dihimpun, gempa di Bandung pernah terjadi pada Oktober 2010 dengan magnitudo 4,5 SR. Lokasi gempa berada di 7.40 Lintang Selatan dan 107.69 Bujur Timur atau tepatnya di 54 kilometer bagian Tenggara Bandung, Jawa Barat.

Baca Juga : Beberapa Wilayah di Sulut Masih Hujan Malam Ini, BMKG: Waspada Banjir & Tanah Longsor!

Kemudian pada Juli 2011, terjadi gempa bumi di Kota Bandung berkekuatan 3,4 SR. Getaran gempa bumi akibat aktivitas dirasakan dengan intensitas II–III MMI.

Menurut Teguh Rahayu, pada 2010 hingga 2012, BMKG telah memasang 6 seismograph di sekitar Sesar Lembang. Sehingga aktivitas Sesar Lembang mulai terdeteksi ada aktivitas seismik.

Hal itu terbukti dengan terekamnya gempa berkekuatan 1.5 hingga 3.4 SR. "Tipe pergerakan sesar Lembang adalah strike slip atau mengiri, dengan sedikit komponen vertikal," ujarnya.

Lalu bagaimana dengan prediksi ancaman Sesar Lembang kembali aktif? Berdasarkan kajian paleoseismik, tutur Teguh, Sesar Lembang pernah mengalami pelepasan energi (gempa bumi) pada 1600 dengan kekuatan mendekati 6,9 SR.

Kendati begitu, sejak 1600 sampai saat ini, Sesar Lembang tidak menunjukkan aktivitas berarti lagi. Sehingga dianggap sudah tidak aktif. Namun ternyata pada 2010 hingga 2012, sempat terjadi pergerakan tanah yang menyebabkan gempa bumi akibat Sesar Lembang.

"Berdasarkan perhitungan periode ulang sesar Lembang selama 500 tahun, sehingga diperkirakan gempa sebesar itu bisa saja terjadi sekitar pada 2100-an," ujarnya.

Diketahui, sesar Lembang merupakan sesar aktif yang panjangnya sekitar 25-29 km. Sesar ini memanjang dari Padalarang melewati Kota Lembang hingga ke Gunung Manglayang dan berujung di Jatinangor, Sumedang. Sesar ini terbagi menjadi 3 segmen. Gempa bumi besar diperkirakan akan terjadi bila semua segmen bergerak bersamaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini