Usai Bagi Hasil Rampokan Rp563 Juta, Polisi Tangkap Komplotan Perampok

Taufik Budi, Okezone · Sabtu 23 Januari 2021 02:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 23 512 2349363 usai-bagi-hasil-rampokan-rp563-juta-polisi-tangkap-komplotan-perampok-uE2Y64LKMi.jpg Polisi tangkap komplotan perampok (Foto : Okezone.com/Taufik Budi)

SEMARANG – Pelarian komplotan perampok bersenjata api di Kota Semarang Jawa Tengah, berakhir. Sebelumnya, mereka menodongkan senjata api dan menembak ke arah korban, hingga berhasil menggasak uang ratusan juta rupiah.

Perampokan terjadi di depan kantor distributor LPG di Jalan Krakatau VIII, Karang Tempel, Semarang pada Senin 18 Januari sekira pukul 07.54 WIB. Usai mendapatkan uang Rp563 juta, empat perampok yang berboncengan dua sepeda motor itu langsung melarikan diri.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar, mengungkapkan, telah menangkap lima orang yang diduga terlibat dalam perampokan tersebut. Empat di antaranya merupakan warga Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, yaitu Rahmat (40), Frans Panjaitan (37), Vidi Kondian (21), dan Maftuhi (26). Satu orang lagi yang diduga menjadi penunjuk jalan yakni Agus Irawan (39) warga Bandarjo, Kabupaten Semarang.

"Pelaku kita ini tangkap dalam pelarianya di perbatasan antara Tasikmalaya dan Ciamis, tepatnya di Jalan Raya Cikoneng Ciamis Jawa Barat. Satu pelaku buron asal Semarang,” kata mantan Kapolrestabes Makassar itu kepada awak media, Jumat (22/1/2021).

“Saat itu para pelaku sedang berada di dalam mobil," ujarnya.

Dia menambahkan, usai merampok di Jalan Krakatau para pelaku ini membuang sepeda motornya di daerah Banyumanik Kota Semarang. Selanjutnya mereka menyewa mobil menuju Salatiga. Perjalanan dilanjutkan ke Yogyakarta masih dengan menggunakan mobil sewaan.

"Di sebuah hotel Yogya komplotan ini membagi uang hasil kejahatan dan masing-masing mendapatkan Rp90 juta. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanannya ke Ciamis untuk menemui saudaranya," jelasnya.

Baca Juga : Satpol PP Tegur Kantor yang Langgar Aturan PPKM

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini mereka harus mendekam di tahanan sembari menjalani pemeriksaan. Kelimanya dijerat Pasal 365 KUHP juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP, dengan ancaman hukuman Sembilan tahun penjara.

"Sekali lagi saya tegaskan jangan coba-coba berbuat kerusuhan dan kriminal di wilayah hukum Polrestabes Semarang, saya akan tindak tegas," tandas dia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini