JAKARTA - Plt Deputi Sistem dan Strategi sekaligus Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memiliki potensi banjir sedang hingga tinggi.
“Dalam siklus yang tercatat di INA Risk sudah disampaikan potensi kajian yang telah terjadi ada kemungkinan kejadian di Kalimantan Selatan dan ini menunjukkan memang Kalimantan Selatan adalah wilayah memiliki potensi terhadap banjir sedang dan tinggi,” ucap Raditya dalam Focus Group Discussion (FGD) “Banjir di Kalimantan Selatan” secara virtual, Selasa (2/2/2021).
Lalu, solusi apa yang bisa dilakukan mencegah potensi banjir di Kalsel? “Nah, solusi-solusi apa yang harus bukan secara terintegrasi, tentunya BNPB tidak bisa bekerja sendiri. Itu nanti terkait masalah lingkungan hidup, terkait tata ruang terkait dari pengelolaan DAS, terkait penggunaan lahan di wilayah hulu, kawasan hutan, sistem bentang alam, semuanya ini tentunya harus dipergunakan secara terpadu,” ujar Raditya.
Ia mengatakan, jika banjir di Kalsel pada bulan Januari 2021 bukan merupakan banjir satu-satunya yang pernah terjadi. “Memang secara history banjir di Kalsel ini bukan satu-satunya yang ada di Kalimantan Selatan,” katanya.
Raditya mengungkapkan dari catatan BNPB, banjir di Kalsel semakin meningkat dari periode 2018 hingga 2020. “Jumlah kejadian banjir di Kalimantan Selatan ini meningkat, jadi kalau kita lihat dari Kejadian 2018-2020, ada beberapa kabupaten/kota yang menyatakan kejadian banjir.”