Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Postingan PDIP Ini Jadi Sorotan, Sindir Kader Baper dan Kegeeran

Felldy Utama , Jurnalis-Jum'at, 05 Februari 2021 |14:05 WIB
<i>Postingan</i> PDIP Ini Jadi Sorotan, Sindir Kader Baper dan Kegeeran
PDIP.
A
A
A

JAKARTA - Secara mengejutkan, PDI Perjuangan (PDIP) mengunggah sebuah video dengan tajuk 'PDI-Perjuangan tak pernah membebani kepala daerah kecuali beban kerakyatan'. Video itu diunggah dari akun Youtube resmi milik partai besutan Megawati Soekarnoputri, Jumat (5/2/2021). Tak hanya itu, caption unggahan tersebut juga tak kalah menyita perhatian.

Video yang berdurasi 1.19 detik ini menampilkan sesi wawancara antara Bupati Banyuwangi, Azwar Anas dengan pendakwah kondang, Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah. Dalam video itu, Azwar menegaskan bahwa dirinya tak pernah terbebani oleh partai yang telah membawanya sebagai orang nomor satu di Banyuwangi.

"Saya merasa karena tidak ada beban-beban yang diberikan partai kepada kami," kata Azwar seperti dikutip oleh MNC Portal Indonesia, Jumat (5/2/2021).

Baca juga: PDIP Minta AHY Buka Identitas Menteri Jokowi yang Akan Kudeta Demokrat

Gus Miftah pun menyinggung soal fenomena kepala daerah yang dijadikan ATM bagi partai politiknya. Dia bertanya, apakah fenomena tersebut terjadi di partai berlambang moncong banteng tersebut.

Menjawab pertanyaan Gus Miftah, Azwar menegaskan bahwa apa yang disinggungnya itu tidak ada sama sekali di partainya. Bahkan, kata dia, jika bertemu Megawati Soekarnoputri, yang kerap kali ditanya bagaimana kondisi pasar rakyat di daerahnya, hingga pengelolaan UMKM nya seperti apa.

Baca juga: PDIP dan Gerindra Makin Mesra, Ini Prediksi "Paket Koalisi" untuk Pilkada dan Pilpres

"Jadi, kita diminta untuk berpihak ke wong cilik. Kalau di NU itu kan Mustad'afin, ini luar biasa," uiarnya. 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement