BEKASI – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang merupakan salah satu tempat pembuangan sampah terbesar di Indonesia. Puluhan juta ton sampah pun sudah menjadi bukit di area tersebut.
(Baca juga: Tok! Jaksa Pinangki Divonis 10 Tahun Penjara)
Masyarakat yang tinggal di area Bantar Gebang tak lain adalah keluarga pemulung yang mayoritas masyarakat prasejahtera.
Di tengah tumpukan sampah, terdapat sekolah alam yang didirikan oleh Juwanto sejak tahun 2006. Sekolah Alam Tunas Mulia awalnya didirikan Juwanto untuk memberikan pendidikan yang layak kepada anak-anak pemulung di sekitar namun seiring berjalannya waktu Sekolah Alam Tunas Mulia sudah dapat menampung anak-anak dari daerah lain.
“Awalnya spesial untuk anak pemulung, tapi beriringnya waktu sekarang sudah ada dari daerah lain bahkan sudah ada asrama untuk mereka” ungkap Juwanto.
(Baca juga: Dapat Operasi Katarak Gratis dari MNC Peduli, Deudeuh: Saya Sangat Bahagia)
Sekolah Alam Tunas Mulia saat ini menampung 257 anak dari PAUD hingga SMA secara gratis. “Memang sekolah ini kita peruntukan mempermudah anak-anak pemulung bantar gebang belajar pendidikan secara gratis” tukasnya.