Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pengadilan Bangladesh Hukum Mati 5 Pelaku Pembunuhan Blogger Ateis

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 16 Februari 2021 |18:24 WIB
Pengadilan Bangladesh Hukum Mati 5 Pelaku Pembunuhan <i>Blogger</i> Ateis
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

DHAKA - Pengadilan di Bangladesh menjatuhkan hukuman mati lima pria dan vonis penjara seumur hidup terhadap satu orang lainnya atas pembunuhan seorang blogger ateis di Dhaka enam tahun lalu.

Avijit Roy, blogger asal Bangladesh yang tinggal di Amerika Serikat (AS) diserang dengan parang saat meninggalkan pameran buku di Dhaka pada Februari 2015. Itu adalah salah satu dari serentetan serangan terhadap tokoh-tokoh sekuler, yang disalahkan pada militan Islam.

BACA JUGA: Drama Penyanderaan di Kafe Bangladesh, 20 Orang Tewas

Roy, seorang ateis, telah membuat marah kaum garis keras dengan tulisannya tentang agama.

Istrinya Rafida Ahmed bersamanya saat penyerangan terjadi saat mereka meninggalkan kampus Universitas Dhaka. Dia terluka parah, tetapi selamat.

Serangan itu dilakukan oleh kelompok terlarang, Ansar al-Islam, yang diyakini terkait dengan Al Qaeda, demikian menurut keterangan yang didengar pengadilan.

Dua dari kelompok itu diadili secara in absentia, termasuk mantan mayor angkatan darat Syed Ziaul Haque, yang dituduh memimpin para penyerang. Dia dijatuhi hukuman gantung karena membunuh Roy, seperti empat orang lainnya: Abu Siddique Sohel, Mozammel Hossain, Arafat Rahman dan Akram Hossain, yang bersama Syed Ziaul Haque masih dalam pelarian.

Shafiur Rahman Farabi dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

"Tuduhan terhadap mereka terbukti tanpa keraguan. Pengadilan memberi mereka hukuman tertinggi," kata jaksa penuntut umum Golam Sarwar Khan setelah putusan di luar Pengadilan Khusus Anti-Terorisme di Dhaka, sebagaimana dilansir BBC.

BACA JUGA: Bunuh Penerbit Buku Ateisme, 8 Militan Divonis Mati

Pengacara pembela berencana untuk mengajukan banding.

Polisi meyakini Ansar al-Islam berada di balik pembunuhan lebih dari selusin aktivis dan blogger sekuler. Serangkaian serangan mematikan terjadi di Bangladesh antara 2013 dan 2016, dituduhkan terhadap kelompok tersebut.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement