Terungkap! Ibu Bunuh Anak karena Mirip Selingkuhannya dengan Dicekoki Ramuan

Andreas Affandi, iNews · Kamis 25 Februari 2021 18:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 340 2368384 terungkap-ibu-bunuh-anak-karena-mirip-selingkuhannya-dengan-dicekoki-ramuan-Jekdva9fNj.jpg Rekonstruksi ibu bunuh anak bersama selingkuhannya di Bandar Lampung (Foto: Andreas Affandi)

BANDAR LAMPUNG - Aparat Polsek Teluk Betung Selatan Bandar Lampung, Lampung menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Kartika Suci Purti, bayi 9 bulan yang dibunuh ibu kandung dan selingkuhannya.

Dalam 47 reka adegan ini, terkuak jika korban meninggal dunia setelah dicekoki ramuan air gula dicampur asam, serta mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku utama yakni selingkuhan ibu kandung korban. 

Rekonstruksi digelar di Mako Polsek Teluk Betung Selatan guna menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan. Kedua tersangka yakni AO, ibu kandung korban, serta pria selingkuhannya MA dihadirkan dalam gelaran rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut.

Baca Juga: Balita di Lampung Dibunuh Ibu Kandung karena Mirip Selingkuhannya 

Dalam rekonstruksi sebanyak 47 adegan ini dimulai saat tersangka MA meracik ramuan air gula dicampur asam di sebuah gubuk tak jauh dari lokasi kediamannya di Kelurahan Talang Bandar Lampung. Usai meracik ramuan air tersebut, tersangka MA kemudian menghubungi tersangka AO untuk bertemu di rumah kontrakan kerabatnya.

Tersangka AO sendiri sempat berpamitan kepada suaminya, Feri Mamad dengan alasan akan bermalam di rumah salah satu kerabatnya pada Minggu 8 Februari lalu. Usai berpamitan dengan suaminya, tersangka AO kemudian pergi menemui selingkuhannya dengan diantar oleh pengemudi ojek.

Di lokasi rumah kontrakan milik kerabatnya di kawasan Bumi Waras inilah tersangka MA dan AO sepakat bertemu serta merencanakan aksi pembunuhan keji tersebut. Bahkan, kedua tersangka terlebih dulu sempat merencanakan pembunuhan itu sejak dua bulan sebelumnya.

Aksi pembunuhan terhadap korban diawali oleh tersangka MA yang memberikan air ramuan gula dicampur asam serta sedikit minyak pewangi. Air ramuan itu kemudian dimasukan kedalam mulut korban secara berulang, ironisnya bukannya mencegah aksi tersebut, ibu korban justru membantu menutup bagian lubang hidung korban hingga korban sulit untuk bernafas.

Tak hanya sampai disitu, tersangka MA sempat melakukan aksi penganiayaan terhadap korban, yakni dengan cara memijat dan menekan bagian tubuh korban hingga korban menjerit kesakitan. Setelah itu korban dimasukan kedalam ember berisi air secara berulang kali.

Korban kemudian tewas di lokasi kejadian dengan luka lebam di sekujur tubuhnya akibat penganiayaan yang dilakukan oleh kedua tersangka. Setelah dipastikan sudah tidak bernyawa, jasad bayi malang itu kemudian diantarkan ibu kandungnya ke rumah kediaman nenek korban.

Baca Juga:  Tragis, Bayi 9 Bulan di Lampung Tewas Dianiaya Ibu Kandung

Motif dari aksi pebunuhan keji ini dilakukan oleh kedua tersangka karena takut hubungan gelap keduanya terbongkar karena wajah korban diakui mirip dengan wajah tersangka MA yang merupakan selingkuhan ibu kandungnya.

"Dari hasil sementara bahwa ada satu bentuk kekerasan penekanan yang dilakukan pelaku, bukan hanya dengan ramuan saja," ujar Kapolsek Teluk Betun Selatan Kompol Hari Budiyanto, Kamis (25/2/2021).

Sementara ayah korban yang merupakan suami tersangka AO turut hadir dalam rekontruksi ini. Menurut ayah korban, istrinya itu tidak memiliki niat untuk menghabisi nyawa buah hatinya tersebut. Bahkan, suami tersangka AO mengaku ikhlas dengan kepergian anak keduanya itu, serta memaafkan istrinya yang sudah menghianati kehidupan rumah tangganya tersebut.

Rekontruksi ini digelar untuk melengkapi berkas perkara kasus pembunuhan kepada pihak Kejaksaan Negeri Bandar Lampung setelah sebelumnya penyidik unit Reskrim Polsek Teluk Betung Selatan sudah melimpahkan berkas tahap pertama.

Atas perbuatannya ini, polisi menjerat kedua tersangka dengan pasal berlapis yakni pasal pembunuhan berencana dan pasal tentang perlindungan anak. Para tersangka terancam sanksi pidana penjara seumur hidup bahkan hukuman mati.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini