Dapur Rumah Ambrol Tergerus Tebing yang Longsor

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 04 Maret 2021 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 519 2372240 dapur-rumah-ambrol-tergerus-tebing-yang-longsor-hrtmIUuNti.JPG Dapur rumah ambrol tergerus longsor di Malang (Foto : Okezone.com/Avirista)

MALANG - Tebing plesengan rumah milik Tarman di Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, longsor hingga membuat dapur rumahnya ambrol terjatuh ke sungai. Longsor terjadi pada Kamis pagi (4/3/2021) sekitar pukul 05.30 WIB.

Detik-detik longsornya dapur rumah milik Tarman terekam ponsel warga dan beredar di media sosial. Tampak plengsengan tebing setinggi kurang lebih 5 meter di bibir sungai ambrol dan ikut membawa dapur rumahnya. Warga pun bergotongroyong membersihkan material di dapur rumah warga.

Pemilik rumah Tarman menyebut longsor terjadi di dapur miliknya saat sekeluarga tengah tidur di kamarnya. Saat masih tidur Tarman (75) dibangunkan tetangganya bahwa dapur rumahnya longsor.

"Tadi itu saya terbangun jam 05.00 itu diteriaki tetangga katanya dapur saya longsor. Memang saat kejadian saya mendengar suara ledakan dar gitu dari belakang rumah. Saya tidur dibangunkan tetangga, akhirnya saya bangunkan istri dan anak," ujar Tarman ditemui MNC Portal Indonesia di lokasi kejadian.

Saat diceknya ternyata benar tebing plengsengan setinggi kurang lebih 5 meter longsor dan menggerus dapur rumahnya hingga jatuh ke sungai. Beruntung saat longsor tak ada barang ataupun benda miliknya yang ikut terbawa longsor. Namun akibat kejadian ini, dapur rumah Tarman rusak dan mengancam bagian kamar rumah yang ditinggali empat orang ini.

"Kalau barang yang jatuh (ke sungai) tidak ada, hanya memang dapurnya yang rusak. Sehari - hari tinggal sama istri, anak 1, dan cucu. Tapi ini belum ada relokasi, kalau mau pindah ya kemana, harapannya kalau bisa diperbaiki ya diperbaiki saja," bebernya.

Sementara itu Lurah Mergosono Karliono mengatakan, telah mengecek lokasi longsor di warganya. Bahkan ia dan tim BPBD telah memberikan bantuan berupa makanan dan bahan material.

"Sudah cek lokasi sudah koordinasi dengan BPBD untuk saat saling bersinergi, untuk membantu saudara kita yang mengalami musibah," ucapnya.

"Dari BPBD sudah dibantu baik sesek (kayu) maupun terpal, untuk menanggulangi terjadi longsor lebih lanjut. Kami koordinasi dengan dinas sosial untuk bantuan sosial yang ada di sana," imbuhnya.

Baca Juga : Puluhan Rumah Rusak Usai Diterjang Hujan Badai

Karliono meminta warganya di sepanjang daerah aliran sungai untuk waspada, mengingat curah hujan di Kota Malang yang masih cukup tinggi dan berpotensi terjadi longsoran kembali.

"Saya himbau kepada saudara - saudara di pinggir DAS untuk waspada lalu berhati-hati, karena bencana ini bisa terjadi kapan saja. Kalau evakuasi sepertinya masih belum karena kita perlu koordinasi lebih lanjut," tandasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini