Proses Menegangkan Evakuasi 2 Penambang Emas Tewas Tertimbun Longsor di Minsel

Subhan Sabu, Okezone · Jum'at 19 Maret 2021 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 340 2380664 proses-menegangkan-evakuasi-2-penambang-emas-tewas-tertimbun-longsor-di-minsel-2xffZA89qC.jpg Foto: Dok Basarnas Manado.

MINSEL - Dua orang penambang emas tradisional di Desa Karimbow, Kecamatan Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), tewas tertimbun longsoran galian, Kamis (18/3/2021) malam. Proses evakuasi berlangsung menegangkan karena lokasi yang berbahaya.

Kantor Basarnas Manado langsung menurunkan satu tim melalui UPT di Amurang, guna turun ke lokasi penambangan rakyat tersebut.

Kepala Kantor Basarnas (Kakansar) Manado, Suhri Noster Norbertus Sinaga mengatakan, sebelumnya ada empat orang penambang yang tertimbun. Beruntung. dua orang di antaranya berhasil dievakuasi sesama penambang.

Baca juga: Menyelam ke Dasar Sungai, 2 Penambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun Tebing Longsor

"Kedua korban berhasil dievakuasi sesama rekan kerjadan hanya mengalami luka-luka dan patah tangan, sedangkan dua korban lainnya yakni Melky Korah dan Yani Lombok masih di dalam," kata Kakansar Manado, Jumat (19/3/2021).

Foto: Dok Basarnas

Tim SAR gabungan Basarnas, Satpol PP, Koramil, Polres, Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat, berjibaku mengeluarkan korban yang tertimbun bebatuan. Seluruh tim yang terlibat hanya beberapa saja yang diizinkan masuk ke dalam untuk mengobservasi sejauh 300 meter dari mulut lubang.

Baca juga: Hujan Deras, Perumahan di Ciganjur Jaksel Longsor

"Kedua korban sudah diketahui lokasinya, tetapi tanah atau bebatuan di sekitar korban sangat labil sehingga memerlukan penanganan khusus, jangan sampai Tim SAR Gabungan menjadi korban selanjutnya," ujar Sinaga.

Sampai sore ini, Tim SAR Gabungan menahan batu dan tanah menggunakan papan dan balok, sehingga aman saat pemindahan material yang menimpa korban.

"Kepada tim yang terlibat di lokasi kejadian saya imbau tetap pergunakan helmet pengaman kepala, tetap safety first, saling mengingatkan satu dengan yang lain apabila ada pergerakan tanah atau bebatuan yang ada di dalam. Saya memahami proses ini memang sangat diperlukan kehati-hatian dalam pemindahan bebatuan atau tanah yang menimpa korban, sekali salah ambil bebatuan bisa fatal," tutur Sinaga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini