Israel Sita Izin Bepergian Menlu Palestina karena Bahas Kejahatan Perang dengan ICC

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 22 Maret 2021 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 18 2381798 israel-sita-izin-bepergian-menlu-palestina-karena-bahas-kejahatan-perang-dengan-icc-ho5IigcobB.jpg Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Al-Maliki. (Foto: Reuters)

RAMALLAH - Otoritas Israel menyita izin masuk perbatasan VIP Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki setelah dia kembali ke Tepi Barat dari pertemuan di Pengadilan Kriminal Internasional (international Criminal Court/ICC), kata seorang pejabat Palestina pada Minggu (21/3/2021). Pertemuan itu diduga berkaitan dengan langkah ICC untuk menyelidiki kejahatan perang Israel di Palestina.

Ahmed al-Deek, seorang pejabat di kantor Maliki, mengatakan kepada Reuters bahwa langkah Israel itu terkait dengan pertemuan Maliki dengan ketua jaksa ICC Fatou Bensouda di kantornya di Den Haag pada Kamis (18/3/2021).

BACA JUGA: ICC Buka Penyelidikan Terhadap Kejahatan Perang Israel di Palestina

Situs berita Walla Israel mengutip pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan kunjungan Maliki ke ICC adalah alasan pencabutan kartu VIPnya, sebuah izin yang diberikan Israel yang memungkinkan puluhan pejabat senior Palestina untuk bergerak bebas melalui penyeberangan perbatasan.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak berkomentar dan kementerian luar negeri Israel tidak menanggapi permintaan komentar.

“Ini adalah Menteri Luar Negeri Negara Palestina. Dia tidak mewakili dirinya sendiri. Dia mewakili Negara Palestina, dan kami menganggap ini sebagai serangan terhadap Negara Palestina, ”kata Deek sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA: Presiden Israel Kecam Rencana ICC Investigasi Kejahatan Perang di Palestina

Dia menambahkan bahwa petugas Israel menahan dan menanyai staf Maliki selama 90 menit di perbatasan yang dioperasikan Israel antara Yordania dan Tepi Barat. Deek mengatakan bahwa menteri meninggalkan penyeberangan tanpa kartu. Tidak jelas kapan itu akan dikembalikan padanya.

Bulan ini Bensouda mengumumkan bahwa dia akan secara resmi menyelidiki kejahatan perang di Wilayah Palestina, sebuah tindakan yang disambut baik oleh Otoritas Palestina dan dikecam oleh Israel.

Pada Jumat (19/3/2021), jaksa ICC mengatakan mereka telah mengirim pemberitahuan kepada Israel dan Palestina tentang pembukaan penyelidikan kejahatan perang, sebuah langkah yang membuat para pihak memiliki waktu satu bulan untuk mencari penangguhan.

Kantor Maliki mengatakan pada Kamis bahwa dia bertemu dengan Bensouda untuk mendesak agar penyelidikan dipercepat.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini