Kronologi Anak Bacok Orangtua dan Kakek di Trenggalek, Satu Orang Tewas

Solichan Arif, Koran SI · Rabu 24 Maret 2021 12:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 24 519 2383189 kronologi-anak-bacok-orangtua-dan-kakek-di-trenggalek-satu-orang-tewas-x24L6Gf1pJ.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

TRENGGALEK - Peristiwa berdarah terjadi di Trenggalek. Sucipto secara membabi buta membacok kakek dan kedua orantuanya. Kakeknya yang berusia 74 tahun tewas, sedangkan kedua orangtuanya luka-luka di sejumlah bagian tubuh.

Pelaku yang warga Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, itu tiba-tiba mengamuk dan menyerang keluarganya dengan sebilah sabit, Selasa (23/3/2021). 

"Dalam peristiwa penganiayaan ini satu orang meninggal dunia," ujar Kasubag Humas Polres Trenggalek AKP Bambang Purwanto kepada wartawan.

Baca juga: Juru Parkir Pasar Induk Serang Tewas Dibacok secara Membabi Buta

Insiden penganiayaan satu keluarga tersebut berlangsung di dalam rumah. Entah apa yang terjadi, Juminem, ibu Sucipto tiba-tiba berlari keluar sembari histeris meminta tolong karena dibacok anaknya.

Melihat itu, Maryono langsung bergegas mendatangi istrinya. "Suaminya (Maryono) berusaha melerai," kata Bambang.

Situasi bukannya mereda. Sucipto malah semakin kalap. Maryono juga diserang. Situasi di lingkungan tempat tinggal mereka sontak heboh.

Baca juga: Sadis! Pria Ini Bantai Anak, Istri dan Tetangganya hingga Tewas

Warga pun berdatangan. Dibantu sejumlah warga, petugas yang tiba di lokasi kejadian, langsung mengamankan Sucipto. Karena mengalami luka bacok di bagian kepala,, kedua orangtua Sucipto langsung dilarikan ke puskesmas. Sementara saat pengecekan di dalam rumah, Wardi, kakek Sucipto ditemukan tewas di kamarnya.

Laki-laki berusia 74 tahun tersebut mengalami luka bacok di bagian kepala dan leher. "Korban meninggal dunia ditemukan di kamarnya," terang Bambang.

Sementara, keterangan yang diperoleh petugas, Sucipto memiliki riwayat sakit jiwa. Kondisi jiwanya dinyatakan terganggu sejak tahun 2019, dan sejak itu tidak berhenti mengonsumsi obat.

Menurut Bambang, pihaknya masih mengembangkan penyelidikan, terutama terkait motif penganiayaan yang dilakukan. "Dalam hal ini kita juga melibatkan petugas medis untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku," pungkas Bambang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini