Bukan hanya Iwan, Febby Firmansyah Isran yang saat itu menjadi salah satu korban pada kejadian bom tahun 2004 membagikan kisah pilunya. Dia merasa dipandang sebelah mata oleh lingkungan sosial setelah harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena luka bakar yang dialaminya.
"Pernah saya masuk lift, orang itu saya masuk keluar. Dalam hati saya apa ini, saya udah korban tapi orang menganggap saya suatu hal yang aneh," ujar Febby.
Tak sampai disitu, Febby juga harus mendapat perlakuan berbeda saat hendak melamar pekerjaan. Mengingat, perusahaan yang sebelumnya menampung dia sudah tidak lagi beroperasi.
Saat itu, perusahaan-perusahaan sudah melebeli Febby tak masuk kualifikasi calon karyawan setelah melihat kondisi tubuhnya.
"Kenapa saya bilang? Kan belum dites, belum ngobrol, belum apa. Oh iya, dari secara fisik bapak dianggap cacat. Sampai saat ini, sudah 3 kali saya melamar dan datang dianggap saya cacat," tutur dia.
Kendati begitu, ia merasa apa yang menimpa dirinya itu sebagai anugerah sekaligus teguran dari tuhan untuk dirinya menjadi sosok yang lebih baik ke depannya. Menurutnya, hal itu salah satu motivasi yang membuat dirinya tetap bangkit dalam menjalani kehidupan.
"Disitulah titik balik saya, oke berarti kalo tuhan merasa saya ini tidak berguna, saya akan mati saat itu. Saya dikasih kesempatan hidup kedua. Ditambah lagi motivasi saya bahwa apa yang saya harapkan masih tetap terjadi yaitu yang paling saya rasakan adalah ketika itu saya mau nikah dan calon istri saya, akhirnya tetap mau menikah dengan saya," pungkasnya.
(Awaludin)