Ukar mengakui, sudah sejak lama lingkungannya kehilangan celana dalam milik ibu-ibu maupun gadis di permukiman warga. Namun, warga awalnya tidak percaya dengan hilangnya celana dalam tersebut, karena tidak ada bukti yang mengarah pencurian.
”Tentunya kami resah, takutnya celana dalam itu disalahgunakan oleh pelaku,” ucapnya.
Sementara para korban pencurian sampai saat ini enggan melaporkan jadian pencurian celana dalam wanita, karena menurut para korban tidak perlu melaporkan kejadian tersebu. Pasalnya, para kaum hawa berharap tidak lagi terjadi pencurian.
”Kan saya perlu keluar uang lagi buat beli celana dalam, kalau bisa jangan mencuri celana dalam saya,” kata wanita yang enggan disebutkan namanya
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.