Motor Terjun ke Sungai, Bocah SD Tewas saat Boncengi 2 Rekannya

Solichan Arif, Koran SI · Jum'at 09 April 2021 20:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 519 2392247 motor-terjun-ke-sungai-bocah-sd-tewas-saat-boncengi-2-rekannya-wT52sBriHt.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

TULUNGAGUNG - Pelajar Sekolah Dasar (SD) berinisial Gl (12) warga Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, tewas setelah sepeda motor yang ia kendarai terjun ke sungai.

GI yang mengalami luka serius pada kepala, meninggal dunia. Sedangkan dua rekannya yang dibonceng, yakni RK (12) dan VT (12), mengalami patah tulang.

"Kecelakaan tunggal. Satu korban meninggal dunia," ujar Kanit Laka Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Dion Fitriyanto kepada wartawan, Jumat (9/4/2021).

Baca juga:  Diduga Salip Truk, Bikers Tewas Terlindas di Lenteng Agung

Insiden terjadi di wilayah Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu. Korban mengendarai sepeda motor Honda Astrea Prima nopol AG 3315 RBX. GI masih duduk di bangku SD.

Begitu juga dengan RK dan VT. Ketiga bocah laki laki tersebut, merupakan teman satu sekolah. Roda dua tersebut dipakai boncengan bertiga. Di atas motor keluaran tahun 90 an itu, Gl bertindak sebagai joki. Informasi saksi di lapangan, motor tersebut dipacu dengan kecepatan lumayan tinggi.

Baca juga:  Mobil Tabrak Pohon di Pasar Rebo, Pengemudi Diduga Mabuk

"Motor itu melaju dari arah barat menuju timur," kata Dion.

Entah apa yang terjadi, saat melintas di jalan raya Karangrejo, yakni tikungan yang berada di area persawahan, Gl tidak bisa menguasai motornya. Roda dua itu melesat tidak terkendali. Bersama motor yang dikendarai, ketiganya terjun ke dalam sungai. Saat terjun bebas, diduga mereka membentur dinding plengsengan sungai.

"Ketiga korban langsung dilarikan ke rumah sakit," kata Dion.

Korban GI yang mengalami luka pada bagian kepala tidak sadarkan diri. Begitu juga dengan korban RK yang tangannya patah, juga pingsan. Sementara korban VT hanya terluka gores.

Sayang, nyawa GI tidak tertolong. Gl meninggal dunia di rumah sakit. Atas peristiwa yang terjadi, Dion menghimbau kepada para orang tua untuk tidak mudah membiarkan putra putrinya mengendarai kendaraan bermotor. Terutama anak anak dibawah umur dan belum memiliki surat izin mengemudi.

"Hendaknya menjadi perhatian orang tua untuk lebih hati hati," pungkas Dion.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini