Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jangan Sampai Jokowi Rekrut Orang Tak Kompeten

Dimas Choirul , Jurnalis-Selasa, 20 April 2021 |04:13 WIB
<i>Reshuffle</i> Kabinet, Pengamat: Jangan Sampai Jokowi Rekrut Orang Tak Kompeten
Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Setpres)
A
A
A

JAKARTA - Pengamat Politik sekaligus Peneliti Senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro memberikan komentar Ihwal wacana reshuffle kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam waktu dekat. Bila itu terjadi, Siti mengatakan, presiden Jokowi harus memilih orang yang tepat.

"Soal reshuffle kabinet memang menjadi hak istemewa presiden. Rakyat hanya mengusulkan agar kementerian diduduki orang-orang yang tepat dan mampu mengeksekusi program yang bermanfaat bagi rakyat," katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (19/4/2021).

Siti menjelaskan, yang diperlukan saat ini adalah kabinet yang mampu bekerja untuk rakyat dan kemajuan Indonesia. Terkait momentum reshuffle dalam waktu dekat, Siti menyebut hal itu menyesuaikan kebutuhan dan waktu yang kontekstual, terlebih perlu mempertimbangkan aspek politik.

"Karena menteri itu jabatan politik, mau tidak mau pertimbangan politik mengedepan. Meskipun demikian tetap saja presiden memilki keleluasan untuk memilih menteri. Karena pada akhirnya yang akan mempertanggungjawabkan kinerja pemerintahan kepada rakyat adalah Presiden," ucap wanita peraih gelar Ph.D Ilmu Politik dari Curtin University, Perth, Australia itu.

Siti mengingatkan Jokowi jangan sampai memilih menteri yang memiliki sosok kontroversial. Sebab, lanjutnya, akan menimbulkan polemik dan resistensi di tengah masyarakat.

Ditetapkannya dua kementerian baru yakni Kementerian investasi dan Kemendikbudristek pada beberapa pekan lalu, Siti meminta presiden Jokowi perlu dipertimbangkan sosok menteri yang tepat untuk megisi pos tersebut.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement