Positivity Rate Covid-19 di Sumbar Sentuh Rekor Tertinggi

Antara, · Rabu 21 April 2021 22:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 340 2398695 positivity-rate-covid-19-di-sumbar-sentuh-rekor-tertinggi-Wz9LWPUlqN.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

PADANG - "Positivity rate" atau perbandingan sampel terperiksa dengan temuan hasil positif Covid-19 di Sumatera Barat (Sumbar) pada Rabu terus meningkat menjadi 17,6 persen dari rekor tertinggi sebelumnya 16 persen pada Minggu (18/4/2021).

"Hari ini merupakan kondisi tersulit kita dalam pertambahan Covid-19. Dari 2.493 sampel terperiksa di laboratorium, terdapat 430 orang yang terkonfirmasi positif terinfeksi atau 17,6 persen," kata Juru Bicara Covid-19 Sumbar, Jasman di Padang, Rabu.

Ia mengatakan perkembangan itu sangat mengkhawatirkan karena akan berdampak pada ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan yang makin penuh.

Dari data yang ada, lebih dari 50 persen yang terpapar adalah anak-anak yang mengikuti pendidikan.

"Walaupun mereka tanpa gejala dan terlihat sehat-sehat saja, namun mereka berpotensi sebagai menularkan kepada orang lain," ujarnya..

Menurutnya, kondisi saat ini tingkat kesembuhan harian selalu lebih rendah dari pertambahan kasus positif. Jumlah pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 meningkat tajam.

Jasman mengungkapkan tingginya penyebaran Covid-19 di Sumbar dimulai akhir Maret 2021 sampai sekarang. Kalau tidak segera dilakukan berbagai tindakan antisipasi dikhawatirkan penyebaran virus itu semakin masif.

Dalam beberapa kali pertemuan, Gubernur Mahyeldi Ansharullah menegaskan tim satgas yang SK-nya telah ada, agar melaksanakan tugasnya sesuai tupoksi masing-masing dan saling berkoordinasi.

"Satgas kabupaten dan kota harus bergerak cepat melakukan tindakan tracking dan tracing, meningkatkan testing rate kepada semua kelompok sasaran seperti tahun yang lalu, memberikan sosialiasi dan penegakan Perda No 6 Tahun 2020 secara konsisten," katanya.

Di samping itu melibatkan semua pemangku kepentingan dan institusi informasi kemasyarakatan, membentuk institusi apa saja sesuai kearifan lokal masing-masing daerah (local wisdom) untuk memberikan pemahaman tentang protokol kesehatan.

"Kita bersama-sama juga dituntut untuk menggenjot persentase vaksinasi yang saat ini masih rendah di Sumbar," katanya.

Sementara itu anggota DPRD Sumbar Arkadius dt Intan Bano mengatakan dalam Perubahan RPJPD 2005 - 2025 yang harus dipedomani dalam Penyusunan RPJMD 2021 - 2026 dan RKPD 2022 telah ditetapkan Sistem Kesehatan.

Perda 6 tahun 2020 tentang AKB dan terbentuknya Satgas sampai ke Nagari dan Desa harus diperankan dan dipacu kinerjanya dalam Penanggulangan dan Pengendalian Covid-19.

"Nagari Tageh yang sudah diaplikasikan di Kabupaten Solok Selatan saat Jubir Covid-19 Sumbar, Jasman dipercaya menjadi Pj Bupati perlu secepatnya dibentuk di seluruh Nagari atau Desa di Sumbar. Apalagi di bulan Ramadhan banyak kegiatan tatap muka yang melibatkan orang banyak," katanya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini