Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rakor Tim Intelijen PB, Kolaborasi Pentaheliks Kajian Saintifik Upaya Penanggulangan Bencana

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 30 April 2021 |04:05 WIB
Rakor Tim Intelijen PB, Kolaborasi Pentaheliks Kajian Saintifik Upaya Penanggulangan Bencana
Rapat koordinasi Tim Intelijen Penanggulangan Bencana.(Foto:Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Pada Bulan April 2021 telah terjadi peristiwa bencana yang memakan korban jiwa, menyebabkan kerusakan bangunan, dan tentu saja menyisakan duka bagi masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Menyikapi bencana tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kementerian Lembaga dan unsur pentaheliks lainnya seperti ahli bencana dari perguruan tinggi dan praktisi kebencanaan menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Intelijen Penanggulangan Bencana guna memaparkan data dan informasi, kajian saintifik serta upaya penanggulangan bencana di wilayah terdampak pada Kamis (29/4/2021) dan Jumat (30/4/2021).

Pada Rakor hari pertama, tim intelijen membahas siklon tropis Seroja yang memicu bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada awal April lalu.

Baca Juga: Tiga Skema BNPB Bangun Rumah Tahan Gempa di Malang

Rakor yang dilaksanakan secara tatap muka dan daring ini menghadirkan narasumber dari berbagai kementerian lembaga seperti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Informasi Geospasial (BIG), dan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Hari Kesiapsiagaan Bencana, BNPB: Tingkatkan Budaya Sadar Bencana

Hadir pula memberikan paparan secara daring ahli bencana dari perguruan tinggi Universitas Gajah Mada (UGM) dan IPB University. Media yang memegang peranan penting juga dilibatkan sebagai wadah penyebarluasan informasi pembelajaran mitigasi dan edukasi bencana kepada publik.

Sesuai dengan arahan Presiden dalam Rakornas 2021 lalu, dalam menghadapi bencana harus melakukan mitigasi berupa pencegahan dan lebih banyak melakukan simulasi kepada masyarakat.

Untuk itu diharapkan dalam rakor tim intelijen ini hasilnya dapat diimplementasikan secara nyata kepada masyarakat. Hal ini disampaikan Plt. Deputi Bidang Sistem dan Strategi, Dr. Raditya Jati dalam sambutan sekaligus membuka rakor tim intelijen hari pertama.

"Harapan kami dalam rapat koordinasi tim intilejen penanggulangan bencana kali ini kita bisa memperkuat dan membangun wilayah yang rentan terhadap bencana, sekaligus meminimalisir korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang menjadi aset dibeberapa wilayah," ujar Raditya dalam sambutannya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement