Tak Penuhi Dokumen Perjalanan, Ratusan Penumpang Ditolak Gunakan Kereta Api

Avirista Midaada, Okezone · Minggu 09 Mei 2021 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 09 519 2408021 tak-penuhi-dokumen-perjalanan-ratusan-penumpang-ditolak-gunakan-kereta-api-HyPVvJTKfw.jpg Kereta Api DAOP 8 Surabaya (Foto: Istimewa)

MALANG - Hari keempat pelarangan mudik lebaran 2021 stasiun di wilayah KAI DAOP 8 Surabaya mengalami penurunan penumpang yang signifikan. Pengguna kereta api di DAOP 8 Surabaya sekitar 2.240 orang.

PT KAI DAOP 8 Surabaya mencatat di Stasiun Malang pengguna KA yang berangkat dan tiba ada 245 orang dari keberangkatan 2 rangkaian kereta api. Di mana hanya rata-rata 61 penumpang per hari yang berangkat dari kapasitas tempat duduk yang disediakan 676 setiap harinya.

Di Stasiun Surabaya Gubeng dengan total volume penumpang sekitar 1.504, rata-rata per hari kurang lebih 370 penumpang, dengan kapasitas tempat duduk yang disediakan 2.558 setiap harinya.

Sementara untuk keberangkatan dari Stasiun Surabaya Pasarturi pada periode 6-9 Mei 2021 terdapat 2 KA yang beroperasi dengan total penumpang sekitar 671, rata-rata per hari kurang lebih 167 penumpang, dengan kapasitas tempat duduk yang disediakan 1.083 setiap harinya.

Manajer Humas PT KAI DAOP 8 Surabaya Luqman Arif menegaskan, masyarakat yang tetap menggunakan layanan kereta api di masa larangan mudik bukanlah untuk mudik atau pulang kampung. Melainkan, kata dia, sejumlah keperluan sebagaimana yang diatur pada Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19.

"Pada periode 6-17 Mei 2021, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoperasikan Kereta Api Jarak Jauh hanya bagi pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non-mudik, sesuai Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 dan Surat Direktur Jenderal Perkeretaapian Nomor HK.701/1/10/DJKA/2021 pada 30 April 2021," ucap Luqmandalam keterangannya, Minggu (9/5/2021).

Pihaknya memastikan menyeleksi dan mengidentifikasi sejumlah dokumen yang dibawa para penumpang baik kereta api jarak jauh, KA aglomerasi, hingga kereta api lokal. Di mana dari hasil verifikasi dan pemeriksaan dokumen, terdapat ratusan penumpang yang tidak lolos verifikasi sehingga harus membatalkan keberangkatan perjalanannya.

Baca juga: Sebelum Mudik Dilarang, KAI Berangkatkan 58.629 Penumpang

"Selama periode 6 sampai dengan 9 Mei 2021, penumpang yang tidak lolos verifikasi sekitar 238 orang. Penumpang yang tidak lolos rata-rata tidak membawa surat izin," katanya.

"Kami menjamin proses verifikasi berkas-berkas syarat perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dilakukan dengan teliti, cermat, dan tegas. Karena KAI berkomitmen memberikan layanan transportasi yang sehat, nyaman serta selamat," imbuhnya.

Baca juga: Tak Hanya Darat, Kemenhub Gagalkan Masyarakat yang Nekat Mudik Lewat Laut

Luqman mengingatkan, masyarakat selama pemberlakuan larangan mudik, pengguna kereta api berlaku pada pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non mudik yaitu untuk bekerja atau perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh 1 (satu) orang anggota keluarga, dan kepentingan non mudik tertentu lainnya yang dilengkapi surat keterangan dari kepala desa atau lurah setempat.

Selain persyaratan surat izin perjalanan tertulis, para pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik juga tetap diharuskan menunjukkan hasil negatif RT-PCR atau Rapid Test Antigen atau pemeriksaan GeNose C19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 24 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini