Israel Usir Paksa Warga di Sheikh Jarrah, Palestina Minta Indonesia Turun Tangan

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 10 Mei 2021 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 18 2408410 israel-usir-paksa-warga-di-sheikh-jarrah-palestina-minta-indonesia-turun-tangan-IKp1mWB5S6.jpg Seorang warga Palestina berdebat dengan polisi Israel di pintu masuk Kota Tua Yerusalem, 9 Mei 2021. (Foto: Reuters)

JAKARTA – Kedutaan Besar Palestina di Jakarta menyampaikan keprihatinannya atas pengusiran warga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem yang diduduki oleh pemukim Israel. Palestina meminta Pemerintah Indonesia dan masyarakat internasional untuk melakukan intervensi dan mencegah terjadinya pelanggaran hak asasi manusia oleh Israel tersebut.

“Pengusiran Sheikh Jarrah adalah salah satu contoh kolonialisme pemukim Israel, yang bertujuan menciptakan mayoritas dan supremasi Yahudi, tidak hanya di Yerusalem Timur, tetapi juga di seluruh Palestina dengan mendirikan pemukiman khusus Yahudi yang terpisah,” demikian disampaikan Kedutaan Besar Palestina dalam pernyataannya, Senin (10/5/2021).

BACA JUGA: Indonesia Kecam Aksi Kekerasan Israel ke Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa

Palestina meminta bantuan dari Indonesia dan dunia internasional, menggunakan hukum-hukum internasional yang berlaku untuk menindak Israel dan mencegah pengusiran pengungsi Palestina kembali terjadi.

“Kami memohon Pemerintah Indonesia dan semua pendukung Palestina yang merdeka untuk turut campur tangan dan mengaktifkan mekanisme hukum internasional dan hukum kemanusiaan untuk membuat Israel mempertanggung jawabkan pelanggaran yang terus menerus terhadap warga sipil Palestina dan jamaah di Masjid Al Aqsa,” lanjut pernyataan itu.

“Komunitas internasional harus mengambil langkah yang diperlukan untuk menghentikan pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan perang yang dilakukan Israel.

BACA JUGA: Bentrok Israel-Palestina di Masjid Al-Aqsa, Mengapa Sasar Sheikh Jarrah?

Sheikh Jarrah adalah rumah bagi 2.800 pengungsi Palestina yang dari rumah asal mereka selama peristiwa Nakba pada 1948. Pada 1956, perjanjian antara Yordania dan badan pengungsi Palestina PBB (UNRWA) menjanjikan perumahan dan tanah bagi para warga Palestina tersebut di Sheikh Jarrah.

Keluarga para pengungsi itu semestinya menerima sertifikat kepemilikan setelah tiga tahun, tetapi hal itu tidak pernah terjadi karena Israel menduduki Yerusalem Timur sebelum sertifikat kepemilikan itu terwujud.

Pengusiran di Sheikh Jarrah telah memicu bentrokan di Yerusalem, menyebabkan ratusan orang luka. Ketegangan antara Israel dan Palestina yang meningkat di Yerusalem telah menimbulkan kekhawatiran akan konflik yang lebih serius, mendorong PBB meminta semua pihak menahan diri.

(dka)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini