Israel Bom Rumah Pemimpin Hamas, PM Netanyahu Berjanji Lanjutkan Serangan

Agregasi BBC Indonesia, · Minggu 16 Mei 2021 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 16 18 2410858 israel-bom-rumah-pemimpin-hamas-pm-netanyahu-berjanji-lanjutkan-serangan-od1MQzUqKT.jpg Foto: Reuters.

TEL AVIV - Militer Israel mengatakan telah mengebom rumah pemimpin politik kelompok Palestina Hamas dalam gelombang serangan udara di Jalur Gaza.

Mereka merilis video bom yang meledak yang dikatakan telah menghantam rumah Yehiya Sinwar, pemimpin kelompok itu di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berikrar untuk "terus membalas dengan kuat" terhadap serangan roket saat pertikaian melawan Palestina di Gaza memasuki hari ketujuh.

BACA JUGA: Kantornya Dihantam Serangan Udara, Al Jazeera Tuntut Pertanggung Jawaban Israel

Serangan udara Israel di Gaza menewaskan sedikitnya tiga warga Palestina pada Minggu (16/5/2021) pagi, kata pejabat kesehatan.

Sementara itu, kelompok Palestina, Hamas, menembakkan roket ke arah Tel Aviv, menyebabkan orang-orang di sana melarikan diri ke tempat perlindungan.

Komunitas internasional telah menyerukan diakhirinya konflik yang meningkat.

Sejak pertempuran dimulai pada Senin (10/5/2021), sedikitnya 141 orang telah tewas di Gaza, termasuk 39 anak-anak dan 22 perempuan, menurut kementerian kesehatan Palestina.

Sementara sepuluh orang, termasuk dua anak, tewas akibat serangan Hamas di Israel, kata pejabat Israel.

Rumah yang 'berfungsi sebagai infrastruktur militer' Hamas

Militer Israel mengatakan telah menyerang rumah Yehiya Sinwar dan saudaranya Muhammad Sinwar, yang disebut sebagai kepala logistik dan tenaga kerja untuk Hamas.

BACA JUGA: Hancurkan Gedung Kantor Media, Israel Klaim Tempat Penampungan Aset Militer Hamas

Kedua tempat tinggal itu dikatakan "berfungsi sebagai infrastruktur militer" untuk Hamas.

Sumber lokal mengonfirmasi kepada media bahwa rumah pemimpin Hamas telah dibom. Belum ada laporan langsung tentang nasib kedua bersaudara itu.

Beberapa serangan udara mengguncang Kota Gaza pada malam hari, dengan lusinan orang dilaporkan hilang tertimbun reruntuhan rumah, kata wartawan BBC Rushdi Abualouf.

"Saya tidak pernah meliput serangan udara dengan intensitas seperti itu, ledakan ada di mana-mana di Gaza, ada kesulitan dalam berkomunikasi dengan pejabat untuk mengetahui di mana serangan itu," katanya di Twitter.

"Bangunan tempat saya tinggal di bagian barat kota itu berguncang seperti gempa bumi," katanya.

"Kondisi kacau dan anak-anak dan perempuan di gedung yang menampung lebih dari 200 orang itu berteriak histeris."

Sekitar 120 roket diluncurkan oleh Hamas di Gaza terhadap Israel selatan dan tengah semalam, kata militer Israel. Namun tidak ada laporan cedera serius.

Berbicara dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu (15/5/2021) malam, Netanyahu mengatakan serangan akan terus berlanjut "selama diperlukan" dan menegaskan bahwa segala kemungkinan telah dilakukan untuk membatasi korban sipil.

"Pihak yang menanggung kesalahan atas konfrontasi ini bukanlah kami, melainkan mereka yang menyerang kami," kata Netanyahu.

Pada Sabtu, militer Israel meledakkan blok menara di Kota Gaza yang digunakan oleh media internasional setelah mengeluarkan peringatan untuk mengevakuasi orang-orang yang ada di gedung itu.

Gedung Putih mengatakan Presiden Biden prihatin atas kematian di kedua sisi dan menyerukan agar wartawan dilindungi, setelah gedung yang menjadi kantor bagi sejumlah media asing hancur.

Biden juga berbicara, untuk pertama kalinya sejak menjabat, dengan Presiden Abbas. Ia mengatakan kepadanya bahwa dia berkomitmen untuk "memperkuat kemitraan AS-Palestina".

Dia juga mengatakan tembakan roket Hamas ke Israel harus dihentikan. Tetapi Amerika Serikat (AS) tidak akan berbicara dengan Hamas, karena menganggap mereka sebagai organisasi teroris.

Biden mengatakan kepada kedua pemimpin bahwa dia tetap berkomitmen untuk menemukan solusi dua negara untuk konflik tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini