China Tutup Jalur ke Gunung Everest, Batalkan Musim Pendakian

Susi Susanti, Koran SI · Senin 17 Mei 2021 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 18 2411150 china-tutup-jalur-ke-gunung-everest-batalkan-musim-pendakian-6rHPreaJx2.jpg China batalkan musim pendakian ke Gunung Everest (Foto: How StuffWorks)

CHINA - China resmi menutup jalur masuk ke Gunung Everest dengan membatalkan musim pendakian di musim semi.

Kantor Berita Xinhua yang dikelola pemerintah mengatakan hal itu pada Sabtu (15/5), dan pendaki telah membatalkan ekspedisi mereka di sisi Nepal dan mundur dari puncak tertinggi di dunia akibat masalah Covid-19.

Menurut pernyataan yang diperoleh Kantor Berita Xinhua, Administrasi Umum Olahraga China mengatakan telah menangguhkan satu-satunya izin yang memungkinkan perusahaan untuk mengatur kegiatan pendakian dari sisi Tibet.

Pernyataan itu mengatakan pembatalan dilakukan untuk mencegah "impor virus corona.”

Menurut Xinhua, sebanyak 21 pendaki Tiongkok telah memperoleh izin pendakian pada musim pendakian musim semi 2021 sebelum pembatalan.

“Dalam beberapa hari terakhir, jumlah orang yang terinfeksi corona di base camp Everest meningkat secara masif,” demikian peringatan pos penyelenggara ekspedisi tersebut.

Pada tanggal 9 Mei, media pemerintah Tiongkok melaporkan jika negara itu berencana untuk membuat "garis pemisah" di puncak Gunung Everest untuk menghindari pendaki dari sisi Nepal berbaur dengan mereka yang mendaki dari sisi Tibet, sebagai cara untuk menghalangi pendaki dari sisi Nepal. penyebaran virus corona.

(Baca juga: Peringatkan Anak-Anak Rentan Virus Corona Varian India, Singapura Tutup Sekolah)

Menurut Kementerian Kesehatan Nepal, kasus virus corona telah meningkat pesat di Nepal. Negara itu melaporkan lebih dari 8.000 kasus virus korona baru pada Jumat (14/5), dan sekitar 20% dari total kasus Nepal sejak pandemi dimulai dilaporkan dalam 10 hari terakhir.

Meningkatnya kasus juga telah menyebabkan operator ekspedisi internasional membatalkan upayanya untuk mendaki Gunung Everest dari sisi Nepal.

"Kami mengakhiri ekspedisi hari ini karena masalah keamanan dengan wabah Covid yang diberikan. Kami tidak ingin (untuk) mengirim orang atau sherpas," karena "mereka (bisa) sakit tinggi di sana dan mati,” terang pendaki gunung Lukas Furtenbach kepada CNN.

"Untuk mendaki di atas base camp dengan angka korona yang meningkat secara masif ini dan mempertaruhkan nyawa 20 pelanggan kami, 4 pemandu gunung dan 27 Sherpa secara sembarangan, adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab,” lanjutnya.

(Baca juga: Gaza Alami Hari Paling Berdarah, 42 Orang Tewas Akibat Serangan Israel)

Lukas juga mengaku "sangat terkejut” karena tidak ada yang dilakukan oleh pihak resmi Nepal terkait hal itu.

"Kami sangat prihatin tentang situasi Covid-19 di Nepal, dan bagaimana hal itu memengaruhi pendakian kami,” terang pendaki lain di sisi Nepal, Pawel Michalski, kepada CNN pekan lalu.

"Bisa saja mereka menutup base camp karena situasi tersebut," tambahnya.

Nepal telah memberikan lebih dari 400 izin kepada pendaki di Everest tahun ini, jumlah tertinggi yang pernah ada, meskipun ada kekhawatiran bahwa musim tersebut dapat menyebabkan lonjakan dan meningkatkan tekanan pada rumah sakit terdekat di Kathmandu.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini