"Hari pertama ada 19 orang. Hari kedua ini sampai jam 13.00 WIB, ada 40 orang dan yang mobile ada 5 orang. Kegiatan ini akan dilakukan sampai masa pengetatan arus mudik, sampai 24 Mei 2021," sambung Fahad.
Uniknya, dalam melakukan tracking Covid-19 cluster pemudik ini, pihaknya menggunakan pocong sebagai simbol kematian agar warga sadar, bahwa Covid-19 memang mematikan.
"Kenapa kita pakai pocong, karena virus ini mematikan. Terlebih tidak sedikit masyarakat yang tidak percaya dengan Covid-19. Padahal, Covid-19 ini penyebab kematian, apalagi yang punya komorbid," tambah Fahad lagi.
Baca Juga: 2,6 Juta Warga Tinggalkan Jakarta saat Larangan Mudik Lebaran
Sementara itu, pasangan suami istri Sapri (27) dan Eti (26) mengaku kaget saat didatangi pocong yang diikuti oleh petugas gabungan dari kepolisian dan puskesmas.