Jatim Selatan Sering Diguncang Gempa, Khofifah Minta Mitigasi Dilakukan Komprehensif

Avirista Midaada, Okezone · Minggu 23 Mei 2021 02:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 23 519 2414131 jatim-selatan-sering-diguncang-gempa-khofifah-minta-mitigasi-dilakukan-komprehensif-YIP1EiEePT.JPG

BLITAR – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta mitigasi bencana dilakukan lebih komprehensif kepada masyarakat utamanya di pesisir selatan. Hal ini mengantisipasi adanya beberapa kali gempa bumi yang menerjang kawasan selatan Jawa Timur dalam beberapa bulan terakhir ini.

Pihaknya telah memerintahkan BPBD Jatim untuk melakukan mitigasi bencana secara berkelanjutan dan berkoordinasi dengan BMKG. Namun diakuinya, kondisi yang mitigasi bencana dengan yang terjadi di lapangan tidak selalu linier.

"Dulu yang sudah di-'exercise' bahkan Pak Pangdam dan Kapolda juga turun sampai menghitung titik evakuasi di Pacitan, kemudian di Banyuwangi. Tetapi yang terjadi bencana gempa terdampak di Malang, Lumajang, dan sebagian Blitar," ucap Khofifah di Kabupaten Blitar, pada Sabtu (22/5/2021).

Mantan menteri sosial RI ini juga mengatakan, salah satu bentuk mitigasi bencana komprehensif, yaitu lewat kehadiran kampung tangguh atau kampung siaga bencana sangat dibutuhkan. Dalam koordinasi Kemensos, dinamakan kampung siaga bencana, sedangkan dalam koordinasi BNPB sering disebut kampung atau desa tangguh.

Dengan adanya kampung siaga bencana diharapkan ada kewaspadaan dan kemandirian melakukan antisipasi bencana tertentu, seperti banjir, gempa, atau puting beliung.

"Ketika ada titik tertentu ini potensi bencana banjir, gempa, atau angin puting beliung, maka kewaspadaannya berbeda di setiap kampung siaga bencana atau kampung tangguh,” ujar Khofifah.

Pihak menyatakan, secara bertahap bisa disiapkan kampung tangguh atau kampung siaga bencana untuk membangun kemandirian masyarakat dalam melakukan mitigasi dan antisipasi bencana di Jatim.

Pada kampung tangguh atau kampung siaga bencana tersebut juga terdapat lumbung sosial. Pada lumbung sosial tersebut berbeda di setiap potensi kebencanaan, misalnya daerah potensi banjir di lumbung sosial disiapkan perahu karet dan tali.

"Nanti akan dilakukan pemetaan kembali kampung siaga bencana atau kampung tangguh sesuai dengan potensi kemungkinan risiko bencananya," kata dia.

Mantan menteri sosial ini pun meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terutama dari segi konstruksi bangunan tahan gempa, yang harus dioptimalkan di bagian selatan Jawa Timur. Ini disebut Khofifah penting, mengingat Jawa Timur bagian selatan menjadi salah satu titik yang rawan gempa dan masuk wilayah ring of fire.

Khofifah sendiri ke Blitar selain meninjau bangunan terdampak gempa di Dusun Buneng, Desa Boro, Kecamatan Selorejo, serta Dusun Jabung, Desa Jabung, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, juga menyerahkan sejumlah bantuan berupa 15 ribu lembar masker kain, 2.000 buah masker medis, lauk pauk dari BNPB sebanyak 40 kardus, dan 100 lembar terpal untuk korban gempa.

Sebelumnya diberitakan, gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 SR mengguncang selatan Pulau Jawa, pada Jumat malam 21 Mei 2021 pukul 19.09 WIB. Gempa berpusat di 57 kilometer tenggara Kabupaten Blitar, dengan kedalaman 110 kilometer, ini juga dirasakan di beberapa daerah di selatan Pulau Jawa, bahkan hingga Pulau Lombok.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini