Share

PBB Akan Selidiki Dugaan Pelanggaran dan Kekejaman Selama Konflik Hamas-Israel

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 28 Mei 2021 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 18 2416652 pbb-akan-selidiki-dugaan-pelanggaran-dan-kekejaman-selama-konflik-hamas-israel-Ezp54WnI2M.jpg Foto: Reuters.

JENEWA - Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memilih untuk meluncurkan penyelidikan atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan di Gaza, Tepi Barat dan Israel selama pertempuran antara militer Israel dan Hamas baru-baru ini.

Pada Kamis (27/5/2021), rancangan resolusi, yang diajukan oleh otoritas Palestina dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), didukung oleh 24 suara Dewan berbanding sembilan, dengan 14 abstain.

BACA JUGA: PBB: Serangan Israel ke Gaza Mungkin Kejahatan Perang

Langkah itu dilakukan setelah konflik 11 hari antara Israel dan Hamas awal bulan ini, di mana ratusan roket ditembakkan dari Gaza ke wilayah Zionis itu, sementara Militer Israel membombardir daerah kantong Palestina tersebut.

Pertempuran itu menewaskan setidaknya 254 orang di Gaza, termasuk 66 anak-anak, sementara 12 orang tewas di Israel, dua di antaranya adalah anak-anak.

Badan PBB tersebut mengatakan penyelidikan akan mencakup "semua dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional dan semua dugaan pelanggaran dan pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional" di wilayah Pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur, menjelang dan sejak 13 April tahun ini, demikian diwartakan RT.

Dari April hingga Mei, ketegangan mulai meningkat di Israel di tengah penggusuran warga Palestina dari lingkungan Arab dan dugaan agresi Israel di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Menurut draf teks resolusi, penilaian atas “akar penyebab” konflik akan dilakukan untuk menentukan apakah ada “diskriminasi dan represi sistematis” di sepanjang garis ras, agama dan etnis.

BACA JUGA: Pemimpin Hamas: Lebih Baik Mati Dibom Israel Daripada Meninggal karena Covid-19

Lior Haiat, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, memposting pernyataan yang mengatakan bahwa pemerintah "langsung menolak" resolusi yang diadopsi oleh sebuah badan dengan "mayoritas anti-Israel built-in, dipandu oleh kemunafikan dan absurditas."

"Pasukan keamanan Israel bertindak dengan standar etika tertinggi," tambah pernyataan itu, sebelum menyesali apa yang dikatakannya sebagai kurangnya pengakuan oleh PBB atas "kejahatan perang" yang dilakukan oleh Hamas.

Ia juga mencatat bahwa Israel "tidak dapat dan tidak akan bekerja sama dengan penyelidikan semacam itu."

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga merilis komentar yang mengecam resolusi PBB yang "memalukan", dengan mengatakan hal itu "menutupi organisasi teroris genosida."

Seorang juru bicara Hamas menyambut baik resolusi PBB, menggambarkan tindakan kelompok militan itu sendiri sebagai "perlawanan yang sah" dan menekankan perlunya "langkah segera untuk menghukum" Israel.

Misi Amerika Serikat (AS) di Jenewa juga bereaksi terhadap pemungutan suara Dewan HAM PBB, dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya "sangat menyesali" keputusan dewan tersebut.

Ia menambahkan bahwa AS melihat langkah tersebut sebagai "gangguan" sementara negara itu dan negara-negara lain mencoba untuk "menciptakan kondisi untuk perdamaian yang langgeng dan berkelanjutan."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini