Share

Aktivis Belarusia "Tusuk Leher" di Pengadilan dengan Pulpen

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 02 Juni 2021 09:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 18 2418742 aktivis-belarusia-tusuk-leher-di-pengadilan-dengan-pulpen-6tv1tTBP2F.jpg Aktivis Belarusia tusuk lehernya sendiri di pengadilan (Foto: Spring96.Org)

BELARUSIA - Seorang aktivis Belarusia menikam dirinya sendiri di leher saat menghadiri pengadilan di ibukota, Minsk.

Melalui rekaman terlihat Stepan Latypov pingsan setelah menggunakan apa yang tampak seperti pena sebagai senjata saat hadir di pengadilan pada Selasa (1/6).

Menurut kelompok hak asasi Belarusia, Viasna, Latypov menikam dirinya sendiri setelah ayahnya memberikan kesaksian di ruang sidang.

Viasna mengatakan butuh beberapa waktu sebelum penjaga ruang sidang membuka sel terdakwa yang menahan Latypov.

Saluran Telegram oposisi Belarusia Nexta menerbitkan sebuah video yang tampaknya menunjukkan Latypov berbaring di bangku di ruang sidang.

Dia kemudian dibawa dengan ambulans ke rumah sakit. Latypov dilaporkan dalam kondisi cukup baik setelah operasi.

Nexta mengatakan Latypov telah menjalani operasi dan kondisinya "memuaskan".

(Baca juga: Generasi Muda 'Sambut Dingin' Kebijakan Miliki 3 Anak)

Reuters melaporkan Kementerian Kesehatan Belarusia mengatakan seorang pria berusia 41 tahun berada dalam kondisi stabil setelah petugas medis merawat lukanya di rumah sakit dengan anestesi. Kementerian tidak menyebutkan nama pria itu.

Dia dituduh mengatur media sosial (medsos) oposisi dan juga melawan polisi selama penangkapannya September lalu. Dia telah membantah semua tuduhan itu.

Sebelumnya, Latypov terdengar memberi tahu ayahnya bahwa otoritas penegak hukum telah mengancam akan menghukumnya secara fisik jika tidak mengakui kesalahannya.

Dia juga mengatakan mereka telah menjanjikan kasus pidana terhadap kerabat dan tetangganya.

โ€œAktivis Belarusia, tahanan politik Stsiapan Latypau memotong tenggorokannya di ruang sidang hari ini. Dia diancam akan dianiaya keluarganya jika dia tidak mengakui dirinya bersalah,โ€ cuit Svetlana Tikhanovskaya, seorang pemimpin oposisi Belarusia.

(Baca juga: Arab Saudi: Wisatawan yang Sudah Divaksin Covid-19 Tidak Dikarantina)

"Ini adalah akibat dari teror negara, represi, penyiksaan di Belarus. Kita harus segera menghentikannya!,โ€ lanjutnya.

Tikhanovskaya menggunakan ejaan Belarusia dari nama Latypov.

Dalam perkembangan terpisah, Belarusia untuk sementara waktu melarang sebagian besar warganya pergi, termasuk banyak pemegang izin tinggal asing.

Pengetatan aturan Komite Perbatasan Negara menyusul kemarahan internasional atas pengalihan penerbangan Ryanair Belarusia baru-baru ini dan penangkapan seorang pembangkang dan pacarnya di pesawat.

Seperti diketahui, Presiden Alexander Lukashenko telah melakukan tindakan keras terhadap oposisi sejak kemenangan pemilihannya yang disengketakan Agustus lalu.

Banyak pembangkang telah meninggalkan Belarusia sejak pemilihan yang disengketakan. Tikhanovskaya, yang bersikeras bahwa dia menang, telah pindah ke negara tetangga Lituania bersama timnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

(sst)

1
1

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini