Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lewat Lukisan dan Artefak, Belanda Hadapi Masa Lalu sebagai Bangsa Penjajah

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Minggu, 06 Juni 2021 |06:54 WIB
Lewat Lukisan dan Artefak, Belanda Hadapi Masa Lalu sebagai Bangsa Penjajah
Lukisan karya Jacob Coeman menggambarkan perbudakan di Belanda. (Foto : BBC)
A
A
A

Namun, kisah Tula kurang diketahui di Belanda karena era Republik Batavia jarang dikaji dalam sejarah Belanda.

"Bagi kami, era Republik Batavia adalah periode Prancis...masa itu tidak menjadi bagian dari siapa kami dalam imajinasi kami dan peranan orang Afrika-Karibia dalam era revolusi itu tidak pernah menjadi narasi kami sehingga orang seperti Tula benar-benar hilang," jelas Smeulders.

Cara memandang sejarah secara sempit ini diistilahkan sejarawan Alex van Stipriaan sebagai "pemandangan dari kapal", sejarah yang didominasi akademisi hingga 1980-an.

"Sejarah ini dilihat dari kapal, dari atas menatap ke bawah—secara harfiah—terhadap negara jajahan dan rakyat jajahan. Tidak ada kata-kata apapun dari orang-orang yang dijajah," ujarnya.

Meskipun dunia akademisi telah bergerak jauh dari cara pandang tersebut, sikap ini masih berada dalam benak publik karena sejumlah sejarawan yang menilai dengan pandangan itu disukai oleh media.

"Mereka selalu dikutip," kata Van Stipriaan sembari mengangkat bahu.

Dia menilai hal ini sebagai nasionalisme populis yang terlihat di seantero Eropa. "Pemikiran bahwa 'mereka' mencoba mengambil sejarah 'kami' dan toleransi 'kami'," sambungnya.

Museum juga punya dampak pada apa yang disebut van Stipriian, "warisan mental kami".

"Semua koleksi ini adalah perwakilan dari cara pandang yang sangat Eurosentis, cara pandang sejarah yang sangat bias, sejarah 'superioritas' kulit putih dan 'inferioritas' kulit hitam."

Untuk memahami betapa berbahayanya pengaruh narasi ini, tengoklah pawai tahunan Santo Nikolas. Dalam pawai itu, pria dan perempuan kulit putih memakai riasan hitam untuk menjadi Piet Hitam.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement