RS di Bandung Terisi 80%, Tempat Tidur dan Ruang Isolasi Mandiri Bakal Ditambah

Arif Budianto, Koran SI · Selasa 08 Juni 2021 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 525 2421808 bor-rs-di-bandung-hampir-80-tempat-tidur-hingga-isolasi-mandiri-bakal-ditambah-dmhEPJfYz4.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

BANDUNG - Satgas Covid-19 Kota Bandung mewaspadai potensi terjadinya kenaikan kasus virus corona (Covid-19), efek libur Lebaran lalu. Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menyatakan, Kota Bandung terus waspadai pergerakan kasus Covid-19.

Menurut Ketua Satgas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna, pihaknya selalu sigap mengantisipasi setiap pergerakan pandemi Covid-19. Itu termasuk ketika kasus menanjak yang membuat BOR di Kota Bandung mencapai angka di 90 persen.

“Kalau mengambil pola sebelumnya, kami minta Kepala Dinas Kesehatan mengoordinasikan dengan seluruh pimpinan rumah sakit untuk mengomunikasikan persiapan untuk menambah tempat tidur,” ucap Ema.

Langkah berikutnya, yaitu mengakselesari Satgas Penanganan Covid-19 di kecamatan untuk menyediakan tempat isolasi mandiri. Saat ini, di Kota Bandung sudah tersedia 50 tempat isolasi mandiri yang tersebar di 19 kecamatan.

“Kemudian yang kedua kita dorong di setiap kecamatan itu untuk mengoptimalkan tempat isoman, terutama bagi masyarakat yang OTG. Karena menurut ahli kesehatan yang bergejala ringan sebetulnya bisa isoman,” tuturnya.

Di samping mengakselerasi tempat isolasi mandiri di kewilayahan, Ema juga memastikan Dinas Kesehatan Kota Bandung tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah pengelola tempat untuk menambah lokasi ruang isolasi terpadu.

Baca Juga : Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Jabar, Nakes dan Ruang Perawatan Ditambah

“Isolasi di angka 80 sekian, sekarang kita sedang negosiasi rencana untuk menambah tempat isoman. Kan ada dua, awalnya ada tiga, tapi kemarin sudah selesai. Sekarang ada keinginan untuk kita perpanjang,” katanya.

Ema memaparkan, bed occupancy ratio (BOR) Kota Bandung yang sekarang berada di angka 79 persen memberikan indikasi pasien dengan bergejala cukup berat. Meski begitu, dia memastikan kasus di Kota Bandung masih tertangani dengan baik.

“BOR kita 79 (persen), memang dulu pernah di angka 93 (persen). Artinya yang bergejala bertambah. Tapi positifity rate kita di angka 6,9 artinya ini sudah lebih baik,” ulasnya.

Ema mengungkapkan, yang harus diperhatikan dalam membaca angka BOR ini tidak secara keseluruhan rumah sakit dihuni oleh pasien yang berasal dari Kota Bandung. Sebab, sebagai iIbu Kota Provinsi, maka angka tersebut juga mencakup seluruh pasien yang berasal dari luar daerah Kota Bandung.

Baca Juga : Micro Lockdown Diterapkan di Sejumlah Wilayah, DPRD DKI Minta Pengawasan Prokes Diperketat

“Layanan kesehatan tidak berdimensi otonomi. Sebetulnya angka kemarin 52 persennya itu penduduk Kota Bandung, sementara 48 persen penduduk di luar Kota Bandung yang sekarang sedang di rawat rumah sakit,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini